Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa sebanyak 16.046 Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) telah berhasil memperoleh Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pencapaian ini menandai langkah penting dalam memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
SLHS merupakan standar yang menjamin kebersihan, keamanan, dan sanitasi pada fasilitas produksi serta distribusi pangan. Dengan sertifikasi ini, setiap SPPG diharapkan dapat menyajikan makanan yang tidak hanya bergizi, tetapi juga aman bagi konsumen, terutama anak‑anak sekolah yang menjadi sasaran utama program.
Untuk mencapai target tersebut, BGN melaksanakan serangkaian kegiatan strategis, antara lain:
- Peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi petugas inspeksi serta pengelola SPPG mengenai protokol kebersihan dan sanitasi.
- Penerapan audit berkala yang meliputi pemeriksaan dokumen, kondisi fasilitas, serta proses produksi makanan.
- Penyediaan panduan operasional standar (SOP) yang terintegrasi dengan kebijakan nasional tentang keamanan pangan.
- Peningkatan sistem pengawasan berbasis digital untuk memantau kepatuhan SPPG secara real‑time.
Hasil audit menunjukkan bahwa mayoritas SPPG telah memenuhi kriteria kebersihan ruang produksi, penggunaan bahan baku yang terjamin, serta prosedur penyimpanan yang sesuai standar. BGN menegaskan bahwa sertifikasi SLHS tidak bersifat final; setiap SPPG harus melakukan pemeliharaan berkelanjutan dan mengikuti evaluasi rutin.
Dengan semakin banyaknya SPPG yang terakreditasi, BGN optimis bahwa program MBG akan lebih terkontrol, transparan, dan mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Langkah selanjutnya mencakup perluasan sertifikasi ke wilayah‑wilayah terpencil serta penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan mitra swasta.
Penguatan tata kelola ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kejadian gangguan pangan, meningkatkan kepercayaan publik, serta memberikan dampak positif pada status gizi anak-anak Indonesia.




