Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Ilmuwan Tiongkok memperkenalkan versi terbaru kecerdasan buatan (AI) bernama LangYa 2.0 yang dirancang khusus untuk memprediksi kondisi laut secara lebih mendalam. Berbeda dengan versi pertamanya yang hanya mampu menyajikan data suhu permukaan laut, LangYa 2.0 kini dapat mengidentifikasi lokasi pembentukan pusaran laut serta memperkirakan waktu gelombang badai akan menghantam pantai.
AI ini memanfaatkan gabungan data satelit, sensor kapal, dan model numerik yang dilatih dengan teknik pembelajaran mesin tingkat lanjut. Dengan memproses jutaan titik data dalam hitungan menit, LangYa 2.0 menghasilkan peta prediksi yang mencakup:
- Pergerakan arus laut dan kemungkinan terbentuknya eddies (pusaran)
- Potensi gelombang tinggi akibat badai tropis atau ekstratropis
- Perubahan suhu dan salinitas yang berpengaruh pada ekosistem maritim
Keakuratan prediksi dinyatakan meningkat hingga 30% dibandingkan dengan model tradisional. Hal ini memberikan keuntungan signifikan bagi sektor pelayaran, perikanan, serta otoritas mitigasi bencana pantai yang dapat merencanakan evakuasi atau penyesuaian rute kapal lebih tepat waktu.
Pengujian lapangan di wilayah laut China, khususnya perairan sekitar Qingdao, menunjukkan bahwa LangYa 2.0 berhasil memprediksi pembentukan pusaran tiga hari sebelum terjadi, serta memperkirakan tinggi gelombang badai dengan margin kesalahan hanya sekitar 0,5 meter.
Para peneliti menilai bahwa kemampuan AI ini dapat diintegrasikan ke dalam jaringan pemantauan laut internasional, sehingga informasi prediktif dapat dibagikan secara real‑time kepada negara‑negara lain. Dengan begitu, rahasia dinamika samudra yang selama ini tersembunyi dapat terungkap lebih cepat, membantu upaya perlindungan lingkungan laut dan meningkatkan keamanan maritim global.




