Balas Dendam, Rusia Luncurkan 600 Drone dan 90 Rudal Tercanggihnya ke Wilayah Ukraina
Balas Dendam, Rusia Luncurkan 600 Drone dan 90 Rudal Tercanggihnya ke Wilayah Ukraina

Balas Dendam, Rusia Luncurkan 600 Drone dan 90 Rudal Tercanggihnya ke Wilayah Ukraina

Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Rusia melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Ukraina pada Minggu, menurunkan sekitar enam ratus unit drone dan sembilan puluh rudal balistik tipe Oreshnik yang tergolong paling canggih dalam persenjataannya.

Serangan ini menargetkan beberapa sasaran strategis, antara lain fasilitas komando militer Ukraina, pangkalan udara utama, serta perusahaan-perusahaan industri pertahanan yang berperan dalam produksi peralatan militer. Menurut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, tujuan utama serangan adalah melemahkan kemampuan operasional militer Ukraina dan menghambat dukungan logistik bagi pasukan di garis depan.

  • Drone: diperkirakan sekitar 600 unit, sebagian besar merupakan drone berjenis loitering yang dapat melakukan serangan bunuh diri.
  • Rudal Oreshnik: 90 unit, berkecepatan tinggi dengan jangkauan hingga ratusan kilometer, dirancang untuk menembus pertahanan udara lawan.

Penggunaan drone dalam skala besar menandakan evolusi taktik militer Rusia, memanfaatkan teknologi tanpa awak untuk menurunkan risiko personel. Sementara itu, rudal Oreshnik dianggap sebagai salah satu sistem balistik paling mutakhir yang dimiliki Rusia, dengan kemampuan manuver yang meningkatkan tingkat keberhasilan menembus sistem pertahanan udara lawan.

Pengamat militer menilai bahwa serangan ini merupakan respons langsung terhadap serangan balik Ukraina yang baru-baru ini menargetkan wilayah Rusia. Dampak langsung dari serangan ini belum sepenuhnya terukur, namun diperkirakan akan menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur militer dan produksi senjata Ukraina.

Komunitas internasional terus memantau eskalasi ini, mengingat potensi peningkatan intensitas konflik di wilayah tersebut. Pihak berwenang Ukraina menyatakan kesiapan untuk menanggapi serangan dengan sistem pertahanan udara mereka, meskipun mengakui tantangan yang dihadapi dalam menghadapi serangan berskala besar.