Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Jelang laga pamungkas BRI Super League 2025/2026, pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menebar kabar optimistis yang menghidupkan kembali harapan skuad Maung Bandung. Setelah kembali ke pinggir lapangan pasca akumulasi kartu kuning, Hodak menegaskan bahwa timnya siap menutup musim dengan kemenangan yang mengamankan trofi ketiga beruntun.
Motivasi Tanpa Bercanda soal Perayaan
Dalam konferensi pers pada Jumat, 22 Mei 2026, Hodak menolak keras segala pembicaraan mengenai “konvoi juara” atau pesta kemenangan. “Itu sepenuhnya omong kosong, kami belum memenangkan apa‑pun,” tegasnya. Ia menambahkan, membicarakan perayaan terlalu dini justru dapat memotivasi lawan dan mengalihkan fokus pemain. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh skuad untuk menahan diri dari spekulasi dan tetap fokus pada tugas utama: menumpaskan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Sabtu, 23 Mei.
Posisi Poin dan Target Kemenangan
Persib saat ini memimpin klasemen sementara dengan 78 poin dari 33 pertandingan, unggul dua angka dari Borneo FC yang berada di posisi kedua. Hasil imbang melawan Persijap sudah cukup untuk mengamankan gelar, namun Hodak menekankan pentingnya mengincar tiga poin untuk menegaskan dominasi timnya. “Kami ingin menutup musim dengan manis, bukan sekadar imbang,” katanya.
Persijap Jepara: Lawan yang Tak Boleh Diremehkan
Pelatih Persijap, Mario Lemos, menyiapkan timnya dengan taktik agresif yang telah membuahkan hasil mengunci imbang melawan Borneo FC dan mengalahkan Persib pada putaran pertama musim ini (1-2). Hodak mengakui ancaman ini dan mengingatkan pemainnya bahwa Persijap mampu memberikan kejutan di setiap kesempatan. “Mereka adalah tim yang bagus, lebih baik dari Borneo, dan mereka memiliki hasil bagus akhir‑akhir ini. Jadi mereka pasti berbahaya,” ujarnya.
Strategi Hodak: Fokus pada Hasil Akhir
Sejak menggantikan Luis Milla pada awal musim 2023/2024, Bojan telah menanamkan filosofi hasil akhir lebih penting daripada permainan atraktif. Pendekatan ini terbukti berhasil dengan dua gelar juara berturut‑turut pada musim 2023/2024 dan 2024/2025. Kini, ia berharap strategi yang sama akan membawa Persib meraih tiga gelar sekaligus. Hodak juga menyoroti peran pemain senior seperti Thom Haye, yang diharapkan dapat menyalurkan semangat dan pengalaman pada generasi muda.
Kondisi Tim: Kebugaran dan Tantangan
Mayoritas pemain Persib dinyatakan dalam kondisi fit, meski beberapa harus absen karena cedera ringan dan akumulasi kartu. Beckham Putra, yang sempat merayakan gol bersama Hodak pada laga melawan Persija Jakarta, menjadi contoh pemain yang tetap bersemangat meski menghadapi tekanan. Hodak menegaskan, “Semua siap untuk pertandingan,” menutup dengan keyakinan bahwa depth skuad cukup untuk menanggulangi segala kemungkinan.
Ketegangan internal juga muncul ketika Deputy CEO PT Persib, Adhitia Putra Herawan, mengumumkan rencana konvoi juara sebelum kompetisi selesai. Hodak secara terbuka menolak pernyataan tersebut, menyebutnya sebagai “omong kosong” yang dapat menjadi bumerang bagi tim. Ia menegaskan bahwa kompetisi belum selesai dan fokus tetap pada lapangan.
Dengan dukungan suporter di kandang sendiri, Persib bertekad menutup musim dengan kemenangan gemilang. Jika berhasil mengalahkan Persijap, mereka tidak hanya mengamankan gelar, tetapi juga menegaskan dominasi mereka di era Bojan Hodak yang kini memasuki fase ketiga kejayaan.
Kesimpulannya, Bojan Hodak tidak hanya memberi kabar baik soal kebugaran tim, tetapi juga menegaskan pentingnya konsentrasi, menolak perayaan dini, dan menyiapkan strategi yang menitikberatkan pada hasil akhir. Laga melawan Persijap menjadi ujian akhir bagi Persib untuk membuktikan bahwa mereka memang pantas menjadi jawara BRI Super League 2025/2026.




