Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melaporkan penurunan signifikan pada rasio kredit bermasalah (Non‑Performing Loan/NPL) di segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) selama kuartal pertama tahun 2026.
Rasio NPL KPR tercatat 2,8 % pada kuartal I 2026, turun dari 3,5 % pada kuartal keempat 2025. Penurunan ini mencerminkan perbaikan kualitas portofolio KPR BTN serta kebijakan restrukturisasi yang efektif.
Berikut rangkuman data utama yang diungkapkan dalam laporan keuangan BTN:
| Periode | Rasio NPL KPR | Kredit Bermasalah (Rp Miliar) |
|---|---|---|
| Q4 2025 | 3,5 % | 1.050 |
| Q1 2026 | 2,8 % | 840 |
Penurunan rasio NPL dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
- Peningkatan pengawasan kredit internal dan penilaian risiko yang lebih ketat.
- Program penangguhan pembayaran dan restrukturisasi bagi peminjam yang terdampak inflasi serta kenaikan suku bunga.
- Pertumbuhan penyaluran KPR ke segmen rumah tangga dengan profil kredit yang lebih kuat.
Manajemen BTN menilai bahwa tren penurunan NPL dapat terus berlanjut selama kondisi makroekonomi tetap stabil dan kebijakan kredit yang prudent tetap diterapkan.
Selain itu, BTN juga mencatat peningkatan total penyaluran KPR sebesar 6 % YoY, menandakan permintaan rumah tinggal yang tetap tinggi meskipun suku bunga kredit naik.
Dengan hasil tersebut, BTN berharap dapat menjaga kesehatan portofolio kreditnya serta mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan perumahan yang terjangkau.




