Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Direktur Risk Management PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Setiyo Wibowo, mengumumkan bahwa platform digital BTN Loan Factory berhasil memperpendek waktu pemrosesan kredit menjadi hanya 4 hingga 7 hari kerja. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk mempercepat layanan pembiayaan, terutama bagi nasabah perumahan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta segmen korporat.
Dengan memanfaatkan teknologi otomasi, analitik data, dan sistem e‑KYC, proses verifikasi dokumen, penilaian kelayakan, hingga pencairan dana kini dapat diselesaikan dalam hitungan hari, jauh lebih cepat dibandingkan proses tradisional yang biasanya memakan waktu antara 15 hingga 30 hari.
Beberapa poin utama yang menjadi pendorong percepatan ini antara lain:
- Integrasi data internal dan eksternal melalui API yang memungkinkan penilaian risiko secara real‑time.
- Penggunaan algoritma kecerdasan buatan untuk menilai kelayakan kredit berdasarkan histori pembayaran, profil keuangan, dan perilaku digital nasabah.
- Proses e‑KYC yang sepenuhnya digital, sehingga dokumen identitas dapat diverifikasi dalam hitungan menit.
- Otomatisasi alur kerja mulai dari pengajuan, verifikasi, hingga persetujuan, mengurangi intervensi manual.
Setiyo menambahkan bahwa percepatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan nasabah, memperluas jangkauan pembiayaan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit yang lebih cepat dan tepat sasaran.
BTN Loan Factory juga berencana menambah fitur-fitur baru, seperti simulasi kredit berbasis AI dan layanan konsultasi digital 24/7, untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi.




