BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Magetan Kembangkan Pembuatan Abon Lele
BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Magetan Kembangkan Pembuatan Abon Lele

BUMDesma Dewi Laksmi Kartoharjo Magetan Kembangkan Pembuatan Abon Lele

Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Dewi Laksmi yang berada di Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, kini menambah lini produksi dengan mengembangkan abon lele. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan pendapatan anggota perempuan serta memperluas pasar produk olahan ikan lokal.

Abon lele dipilih karena ikan lele mudah dibudidayakan di daerah tersebut dan memiliki nilai gizi tinggi. Proses produksi meliputi pembersihan, pengukusan, pencincangan, serta pengeringan dengan bumbu khas yang menambah cita rasa. Berikut tahapan produksi secara singkat:

  • Pembersihan: Lele dicuci bersih dan dibuang bagian yang tidak diperlukan.
  • Pengukusan: Ikan dikukus hingga matang untuk mengurangi bau amis.
  • Pencincangan: Daging lele dipisahkan dari tulang dan dipotong kecil-kecil.
  • Pencampuran bumbu: Bumbu berupa bawang merah, bawang putih, cabai, gula, dan garam ditambahkan, lalu diaduk rata.
  • Pengeringan: Campuran dipanggang atau dijemur hingga kering sehingga menghasilkan tekstur serabut yang khas.

Hasil akhir disimpan dalam kemasan plastik atau kaca yang higienis, siap dipasarkan ke toko kelontong, pasar tradisional, serta platform daring yang dikelola oleh BUMDesma. Penjualan awal menunjukkan respon positif dari konsumen yang menyukai rasa gurih dan praktis untuk dijadikan pelengkap nasi.

Selain meningkatkan pendapatan, program ini juga memberikan pelatihan keterampilan kepada anggota perempuan, mulai dari teknik pengolahan hingga manajemen usaha kecil. Dukungan dari pemerintah daerah dan lembaga keuangan mikro membantu menyediakan modal awal serta fasilitas produksi yang memadai.

Dengan strategi pemasaran yang terencana, BUMDesma berharap produk abon lele dapat menembus pasar regional bahkan nasional dalam jangka menengah, sekaligus memperkuat ekonomi desa melalui pemberdayaan perempuan.