Frankenstein45.Com – 10 Juni 2026 | Anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis moneter 1998. Menurut pernyataan resmi yang disampaikan pada pertemuan bulanan DEN, beberapa indikator kunci menunjukkan perbaikan signifikan.
Berikut poin‑poin utama yang diungkapkan:
- Pertumbuhan ekonomi: Real GDP tumbuh sekitar 5,1 % pada kuartal terakhir, lebih tinggi daripada rata‑rata 4,5 % pada periode pra‑krisis.
- Inflasi: Tingkat inflasi berada pada kisaran 2,8 %–3,2 %, jauh di bawah level ganda digit yang melanda tahun 1998.
- Stabilitas perbankan: Rasio kecukupan modal (CAR) rata‑rata bank komersial mencapai 18 %, menandakan kesehatan sektor perbankan yang kuat.
- Cadangan devisa: Cadangan devisa bersih melebihi US$150 miliar, cukup untuk menutupi lebih dari 12 bulan impor.
- Pasar tenaga kerja: Tingkat pengangguran berada di bawah 5 %, menunjukkan penyerapan tenaga kerja yang stabil.
DEN menekankan bahwa pencapaian ini tidak bersifat sementara. Pemerintah terus melanjutkan reformasi struktural, memperkuat tata kelola fiskal, serta meningkatkan investasi dalam infrastruktur dan teknologi.
Jika dibandingkan dengan situasi tahun 1998, ketika nilai tukar rupiah anjlok, inflasi mencapai lebih dari 70 % dan bank-bank berada di ambang kebangkrutan, pernyataan DEN menggarisbawahi betapa signifikan perubahan struktural yang telah terjadi selama lebih dari dua dekade.
Para analis ekonomi menilai bahwa meski fundamental sudah kuat, tantangan eksternal seperti ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas tetap perlu diwaspadai. Namun, dengan landasan ekonomi yang solid, Indonesia diyakini mampu menahan goncangan dan melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan.




