Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Pada hari kemarin, Pemerintah Kota Jakarta Timur menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif Kelurahan Cawang dalam meningkatkan pengolahan sampah organik. Program ini bertujuan mengubah sampah dapur dan limbah hijau menjadi kompos berkualitas yang dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar.
Proses pengolahan dimulai dengan pemilahan sampah di titik kumpul, kemudian sampah organik dipindahkan ke fasilitas pengomposan yang dilengkapi dengan mesin pencacah dan drum pengomposan berpendingin. Hasil akhir berupa kompos siap pakai dipasarkan kepada petani urban dan pekebun komunitas.
- Pemilahan sampah di sumber
- Pencacahan dan pencampuran bahan organik
- Pengomposan selama 30‑45 hari
- Pengemasan dan distribusi kompos
Sementara itu, layanan transportasi publik juga mengalami penyesuaian. Transjakarta mengalihkan rute Koridor 1 yang biasanya melintasi Jalan Sudirman‑Merdeka ke jalur alternatif karena adanya pekerjaan perbaikan infrastruktur di kawasan tersebut. Pengalihan ini berdampak pada waktu tempuh penumpang, namun pihak operator menjamin frekuensi keberangkatan tetap terjaga.
Gubernur DKI, Anies Baswedan, menyatakan bahwa kedua inisiatif tersebut menunjukkan komitmen kota dalam mengatasi tantangan lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif warga dalam pemilahan sampah serta kesiapsiagaan pengguna Transjakarta dalam menyesuaikan diri dengan rute sementara.
Ke depan, pemerintah berencana memperluas program pengolahan sampah organik ke wilayah lain di Jakarta serta mengevaluasi efektivitas pengalihan Koridor 1 guna menentukan solusi jangka panjang bagi kelancaran transportasi.




