Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Pekan ke-34 BRI Super League 2025/2026 menjadi panggung dramatis bagi dua tim yang berbeda nasibnya. Di satu sisi, PSBS Biak yang berada di zona degradasi berjuang keras untuk menghindari jatuh ke Liga 2, sementara di sisi lain Malut United menargetkan posisi menengah untuk menutup musim dengan rasa bangga. Kedua pertandingan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung (PSBS vs Bhayangkara) dan Stadion Segiri, Samarinda (Borneo vs Malut United).
PSBS Biak vs Bhayangkara: Pertarungan Terakhir yang Menentukan Nasib
Tim asal Papua, PSBS Biak, memasuki laga penutup dengan 18 poin, menempati peringkat ke-18 dari 18 tim. Sebelum pertandingan, pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menegaskan pentingnya fokus bagi timnya, sekaligus mengingatkan bahwa PSBS masih memiliki harapan meski peluangnya tipis. “Kami tidak akan meremehkan lawan apa pun. Semua tim berjuang sampai akhir,” ujar Munster dalam konferensi pers pada 22 Mei.
Susunan pemain Bhayangkara Presisi Lampung menampilkan formasi 4-3-3 dengan Aqil Savik di gawang, lini belakang yang terdiri dari Putu Gede, Nehar Sadiki, Frengky Missa, dan Slavko Damjanovic. Di lini tengah, Wahyu Subo Seto, Dendy Sulistyawan, dan Ryo Matsumura mengatur tempo, sementara trio serang Henry Doumbia, Privat Mbarga, dan Moussa Sidibe mengancam gawang PSPS Biak.
Di pihak PSBS Biak, formasi 4-3-3 dipimpin oleh kiper Dimas Galih, dengan lini belakang Hadi Ardiansyah, Claudio Olivera, Pablo Andrade, dan Patrias Rumere. Gelandang Arjuna Agung, Damianus Putra, dan Nelson Alom berusaha menciptakan peluang bagi trio depan Luquinhas, Tobias Solossa, dan Mohcine Hassan Nader.
Pertandingan berakhir dengan kemenangan telak Bhayangkara 7-0, menambah koleksi poin mereka menjadi 57 dan mengokohkan posisi kelima klasemen. Bagi PSBS Biak, kekalahan tersebut menegaskan kepastian degradasi ke Liga 2 musim depan.
Malut United vs Borneo FC: Persaingan di Tengah Klasemen
Di lain sisi, Malut United berada di peringkat keenam dengan 53 poin, hanya selisih tiga poin dari Bhayangkara. Meskipun tidak berada di zona juara, klub asal Maluku Utara berambisi menutup musim dengan catatan positif dan mempertahankan posisi menengah atas.
Borneo FC, runner-up musim ini, datang dengan target mengamankan gelar runner-up resmi dan menambah selisih gol. Tim Samarinda menampilkan formasi 4-2-3-1, menempatkan David da Silva sebagai penyerang utama setelah mencatatkan gol penting melawan Malut United pada laga sebelumnya.
Pertandingan di Stadion Segiri berakhir dengan kemenangan besar Borneo FC 7-1 atas Malut United. Skor tersebut memperkuat selisih gol Borneo dan memastikan posisi runner-up, meski secara head-to-head mereka kalah dari Persib Bandung yang menjadi juara.
Klasemen Akhir Pekan Penutup
| Peringkat | Tim | Pertandingan | Menang | Seri | Kalah | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 34 | 24 | 7 | 3 | 79 |
| 2 | Borneo FC | 34 | 23 | 5 | 6 | 74 |
| 3 | Persija Jakarta | 34 | 21 | 5 | 8 | 68 |
| 4 | Persebaya Surabaya | 34 | 16 | 10 | 8 | 58 |
| 5 | Bhayangkara Presisi Lampung | 34 | 16 | 5 | 13 | 53 |
| 6 | Malut United | 34 | 15 | 8 | 11 | 53 |
| 18 | PSBS Biak | 34 | 4 | 6 | 24 | 18 |
Dengan hasil di atas, tiga tim terdegradasi musim ini adalah Persis Solo (poin 34), Semen Padang (poin 20) dan PSBS Biak (poin 18). Persis Solo, yang sebelumnya berada di zona aman, terpaksa turun setelah penurunan performa di paruh kedua musim.
Reaksi dan Harapan Kedepan
Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, menyatakan kepuasannya atas penampilan timnya di laga penutup. “Kami menutup musim dengan cara yang positif. Ini menjadi motivasi untuk persiapan musim depan,” ujarnya.
Di sisi lain, kapten PSBS Biak, yang masih menatap masa depan, menyampaikan rasa terima kasih kepada suporter setia. “Kami akan kembali lebih kuat di Liga 2,” katanya.
Malut United, meskipun kalah telak, menekankan bahwa mereka tetap bertekad memperbaiki performa. Manajer klub menuturkan, “Kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Kami akan evaluasi taktik dan memperkuat lini serang untuk musim berikutnya.”
Secara keseluruhan, pekan penutup BRI Super League 2025/2026 memberikan drama yang tak terduga, menegaskan bahwa kompetisi sepakbola Indonesia terus berkembang dengan persaingan ketat di setiap level.




