Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Forum Gerakan Moral Pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar konsolidasi lintas elemen masyarakat pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Avens Cafe, Jalan A.W. Syahranie, Samarinda. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dosen, mahasiswa, tokoh agama, dan aktivis sosial.
Rapat tersebut bertujuan menegaskan kembali komitmen kelompok terhadap prinsip kebebasan akademik dan menolak intervensi politik praktis di lingkungan kampus. Ketua Forum, Bapak Ahmad Hidayat, menegaskan bahwa politik praktis—yaitu penggunaan posisi akademik untuk kepentingan partisan—merusak integritas pendidikan dan menurunkan kepercayaan publik.
- Menjaga netralitas institusi pendidikan dari tekanan partai politik.
- Menghindari penunjukan jabatan akademik berdasarkan afiliasi politik.
- Mendorong dialog terbuka antara semua pihak tanpa memaksakan agenda politik.
Dalam sambutannya, Bapak Hidayat mencontohkan beberapa kasus terbaru di beberapa perguruan tinggi di Kalimantan Timur, di mana mahasiswa dan dosen mengalami tekanan untuk mendukung kandidat tertentu dalam pemilihan lokal. Ia menekankan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang diskusi kritis, bukan arena kampanye politik.
Beberapa peserta rapat, antara lain perwakilan Universitas Mulawarman dan Universitas Borneo Tarakan, menyatakan dukungan mereka terhadap seruan Forum. Mereka berjanji akan mengadakan forum internal untuk meninjau kebijakan internal terkait politik praktis.
Selain itu, Forum juga menuntut pemerintah daerah untuk membuat regulasi yang melarang penggunaan fasilitas kampus dalam kegiatan politik praktis, serta memberikan sanksi bagi pihak yang melanggar.
Acara berakhir dengan kesepakatan untuk membentuk jaringan koordinasi antar lembaga pendidikan di Kaltim, yang akan memantau dan melaporkan setiap indikasi politik praktis di lingkungan akademik.




