Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menegaskan bahwa program padat karya yang akan digulirkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus memberikan manfaat nyata bagi para pekerja, bukan sekadar menciptakan lapangan kerja sementara.
Hardiyanto menambahkan bahwa ada tiga pilar utama yang harus dipenuhi oleh program padat karya:
- Peningkatan Keterampilan: Program harus menyertakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga pekerja dapat meningkatkan daya saingnya.
- Peningkatan Pendapatan: Upah yang diberikan harus layak dan mencukupi kebutuhan hidup dasar, serta memberikan insentif bagi pekerja yang berhasil meningkatkan produktivitas.
- Keberlanjutan: Proyek yang dijalankan harus memiliki potensi untuk terus beroperasi setelah fase padat karya berakhir, misalnya melalui pengembangan usaha mikro atau integrasi ke dalam program pemerintah lainnya.
Hardiyatan menyoroti bahwa DKI Jakarta memiliki potensi besar dalam sektor konstruksi, renovasi infrastruktur, serta program hijau seperti penanaman pohon dan pengelolaan sampah. “Jika kita memanfaatkan potensi ini dengan program yang terarah, tidak hanya akan tercipta lapangan kerja, tetapi juga akan meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga pelatihan untuk memastikan program padat karya dapat berjalan efektif. “Kerja sama lintas sektor akan memastikan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga pekerja tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memiliki jalur karier yang jelas,” tambahnya.
Hardiyanto mengingatkan bahwa keberhasilan program padat karya akan menjadi indikator utama dalam menilai kebijakan pemerintah provinsi dalam menangani masalah pengangguran dan ketimpangan ekonomi. Ia berharap pemerintah dapat segera menyusun regulasi yang jelas, serta mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Dengan menekankan nilai tambah bagi pekerja, Hardiyanto berharap program padat karya tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, melainkan menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di DKI Jakarta.




