Heran Harga TBS Sawit Bisa Turun di Tengah Menguatnya Dolar terhadap Rupiah, Mentan: Ini Anomali!
Heran Harga TBS Sawit Bisa Turun di Tengah Menguatnya Dolar terhadap Rupiah, Mentan: Ini Anomali!

Heran Harga TBS Sawit Bisa Turun di Tengah Menguatnya Dolar terhadap Rupiah, Mentan: Ini Anomali!

Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Pasar tandan buah segar (TBS) sawit mengalami penurunan harga yang mengejutkan, sementara nilai tukar dolar menguat terhadap rupiah dan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) terus naik. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menyebut fenomena ini sebagai anomali dan mendesak pelaku industri agar segera menormalkan harga TBS bagi petani.

Secara historis, penguatan dolar biasanya mendorong kenaikan harga komoditas ekspor, termasuk CPO. Harga CPO yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih tinggi ketika rupiah melemah, sehingga petani diharapkan memperoleh harga TBS yang lebih baik. Namun, data terbaru menunjukkan sebaliknya.

Tanggal USD/IDR Harga CPO (USD/ton) Harga TBS (IDR/kg)
1 Maret 2024 15 200 1 020 1 200
15 Maret 2024 15 600 1 080 1 150
30 Maret 2024 15 850 1 120 1 080

Seperti yang terlihat pada tabel di atas, nilai tukar dolar meningkat dari Rp15.200 menjadi Rp15.850 per dolar dalam sebulan, sementara harga CPO naik hampir 10 %. Di sisi lain, harga TBS justru turun dari Rp1.200 menjadi Rp1.080 per kilogram.

Menteri Pertanian menilai penurunan ini tidak sejalan dengan mekanisme pasar. “Kita sedang melihat anomali di mana harga TBS turun meski faktor eksternal seperti dolar dan CPO menguat. Pemerintah akan berkoordinasi dengan asosiasi industri untuk memastikan harga TBS kembali ke level yang wajar bagi petani,” ujarnya dalam konferensi pers.

Beberapa faktor yang mungkin memengaruhi penurunan harga TBS antara lain:

  • Peningkatan pasokan TBS di pasar domestik akibat panen berlebih pada kuartal terakhir.
  • Penyesuaian kontrak jual beli antara eksportir dan pengolah yang menunda pembayaran kepada petani.
  • Ketidakpastian kebijakan impor CPO di negara tujuan utama, yang menurunkan permintaan jangka pendek.

Pemerintah berencana mengadakan pertemuan antara kementerian, asosiasi pengusaha kelapa sawit, dan serikat petani untuk merumuskan mekanisme penetapan harga yang lebih transparan. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan petani dan menjaga stabilitas sektor agribisnis nasional.