Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Hyundai SantaFe EREV baru-baru ini terlihat sedang mengisi daya baterainya di sebuah stasiun pengisian publik, menimbulkan spekulasi tentang kemampuan listrik kendaraan ini. Menurut beberapa sumber, varian EREV (Extended-Range Electric Vehicle) ini kemungkinan akan dibekali mesin bensin turbocharged berkapasitas 2,5 liter yang bekerja bersamaan dengan paket baterai lithium‑ion berukuran sedang.
Konsep penggerak tersebut menyerupai filosofi yang dipakai pada Chevrolet Volt dan Nissan e‑Power, di mana motor listrik menjadi penggerak utama untuk perjalanan harian, sementara mesin bensin berfungsi sebagai generator untuk memperpanjang jarak tempuh ketika daya baterai habis.
| Komponen | Spesifikasi (perkiraan) |
|---|---|
| Mesin bensin | Turbocharged 2,5 L |
| Baterai | Lithium‑ion, kapasitas sedang (≈12–15 kWh) |
| Jarak tempuh listrik murni | ≈80–100 km |
| Jarak total (listrik + bensin) | ≈550–650 km |
Jika perkiraan kapasitas baterai sekitar 12‑15 kWh benar, SantaFe EREV dapat menempuh sekitar 80‑100 km secara penuh listrik sebelum mesin bensin mengambil alih. Setelah baterai habis, mesin 2,5 L akan mengisi ulang baterai secara otomatis, memungkinkan kendaraan menambah jarak hingga lebih dari 500 km tergantung kondisi jalan dan gaya mengemudi.
Pengisian daya di stasiun publik biasanya memakan waktu sekitar 30‑45 menit untuk mengisi penuh baterai berkapasitas menengah, cukup untuk mengembalikan daya listrik hingga batas maksimum yang dibutuhkan untuk perjalanan harian.
Keberadaan SantaFe EREV di pasar Indonesia diharapkan menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang menginginkan fleksibilitas mobil hybrid namun tetap mengandalkan jaringan bahan bakar konvensional. Dengan kombinasi performa mesin turbo, kapasitas baterai yang memadai, serta jangkauan listrik yang cukup, kendaraan ini dapat bersaing dengan model hybrid dan plug‑in lainnya.




