Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | JAKARTA – Nur Hidayah, kepala Center for Sharia Economic Development (CSED) di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menegaskan bahwa kolaborasi antara industri halal dan keuangan syariah menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional. Menurutnya, sinergi ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk halal, tetapi juga membuka peluang investasi yang lebih luas melalui mekanisme pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Alasan utama integrasi
- Pasar global halal yang terus berkembang: Pada 2023, nilai pasar halal diperkirakan mencapai US$ 2,3 triliun, dengan proyeksi naik menjadi US$ 3,0 triliun pada 2028.
- Finansial syariah sebagai motor pendanaan: Produk pembiayaan syariah, seperti mudharabah dan murabahah, dapat menyediakan likuiditas bagi pelaku usaha halal yang masih terkendala akses kredit konvensional.
- Regulasi yang mendukung: Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang mempermudah sertifikasi halal dan memperluas jaringan bank syariah.
Data pasar halal dan keuangan syariah
| Tahun | Nilai Pasar Halal (US$ triliun) | Aset Keuangan Syariah di Indonesia (US$ miliar) |
|---|---|---|
| 2023 | 2,3 | 75 |
| 2025 (proyeksi) | 2,6 | 95 |
| 2028 (proyeksi) | 3,0 | 120 |
Langkah strategis yang direkomendasikan
- Membangun platform digital terpadu yang menghubungkan produsen halal dengan lembaga keuangan syariah.
- Menstandardisasi prosedur sertifikasi halal yang dapat diintegrasikan ke dalam due diligence pembiayaan.
- Memberdayakan pelatihan bagi pelaku usaha kecil dan menengah tentang produk keuangan syariah.
- Menjalin kemitraan antara asosiasi industri halal dan asosiasi perbankan syariah untuk menciptakan produk keuangan khusus, misalnya sukuk halal.
- Memperkuat kerangka regulasi yang memfasilitasi inovasi fintech syariah bagi sektor halal.
Nur Hidayah menambahkan bahwa tanpa adanya integrasi yang solid, potensi pertumbuhan kedua sektor tersebut tidak akan optimal. Ia mengajak pemerintah, pelaku industri, serta institusi keuangan untuk bersama‑sama mengimplementasikan strategi di atas demi terciptanya ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.




