Frankenstein45.Com – 01 Juni 2026 | Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie baru-baru ini mengungkapkan kenangan mendalamnya tentang almarhum Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, yang wafat pada usia 68 tahun. Jimly menyebut hubungan keduanya sangat erat, tidak sekadar hubungan profesional melainkan persahabatan yang terjalin selama puluhan tahun.
Dalam sebuah wawancara, Jimly menuturkan bahwa pertemuan pertama mereka terjadi pada awal 1990‑an, ketika Ryamizard masih menjabat sebagai pejabat tinggi di Kementerian Pertahanan. Sejak itu, keduanya sering berdiskusi tentang isu‑isu strategis nasional, termasuk reformasi hukum, keamanan, dan tata kelola negara.
- Kolaborasi kebijakan: Jimly dan Ryamizard bersama‑sama menyusun beberapa rekomendasi penting untuk reformasi pertahanan yang mengedepankan prinsip supremasi hukum.
- Persahabatan di luar ruang publik: Kedua tokoh kerap menghabiskan waktu bersama di luar kantor, termasuk dalam kegiatan olahraga dan kebudayaan.
- Dukungan moral: Jimly mengaku Ryamizard selalu memberikan dukungan moral ketika menghadapi tantangan politik maupun hukum.
Jimly juga menekankan bahwa karakter Ryamizard yang “tak macam‑macam” mencerminkan integritas dan keberanian dalam mengambil keputusan. Ia menambahkan bahwa warisan Ryamizard akan terus hidup lewat kebijakan pertahanan yang lebih transparan dan akuntabel.
| Tahun | Posisi Ryamizard | Kegiatan Bersama Jimly |
|---|---|---|
| 1992 | Direktorat Jenderal Pertahanan | Diskusi reformasi militer |
| 2001 | Menlu Pertahanan | Penandatanganan MoU kerja sama hukum |
| 2019 | Menteri Pertahanan | Forum kebijakan keamanan nasional |
Dengan segala kontribusinya, Ryamizard Ryacudu dikenang tidak hanya sebagai tokoh pertahanan yang berpengaruh, tetapi juga sebagai sahabat yang selalu memberi inspirasi. Jimly menutup pernyataannya dengan harapan agar generasi penerus dapat melanjutkan semangat integritas yang telah ditunjukkan oleh Ryamizard.




