Jusuf Kalla: Dunia Beralih ke Era Deglobalisasi, Dampaknya Lebih Luas dari Indonesia
Jusuf Kalla: Dunia Beralih ke Era Deglobalisasi, Dampaknya Lebih Luas dari Indonesia

Jusuf Kalla: Dunia Beralih ke Era Deglobalisasi, Dampaknya Lebih Luas dari Indonesia

Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menyatakan bahwa dunia kini sedang mengalami pergeseran signifikan dari era globalisasi menuju deglobalisasi. Menurutnya, gejolak ekonomi, pandemi COVID‑19, dan ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama perubahan ini.

Deglobalisasi mengacu pada penurunan intensitas interaksi ekonomi antarnegara, termasuk berkurangnya perdagangan barang dan jasa, penarikan investasi asing, serta pemutusan rantai pasok global. Fenomena ini tercermin dalam kebijakan proteksionis yang semakin banyak diadopsi oleh negara‑negara besar.

Di Indonesia, dampak deglobalisasi tidak dapat dipandang secara terpisah. Sektor manufaktur, agribisnis, dan energi merasakan tekanan pada aliran bahan baku serta penurunan permintaan ekspor. Namun, JK menekankan bahwa Indonesia tidak sendirian; banyak negara lain yang menghadapi tantangan serupa.

Berikut beberapa implikasi global yang diidentifikasi JK:

  • Peningkatan tarif dan hambatan non‑tarif di antara negara‑negara utama.
  • Pergeseran investasi menuju kawasan regional atau domestik.
  • Pencarian kembali kemandirian produksi pada barang‑barang strategis.

Untuk mengantisipasi era deglobalisasi, JK mengusulkan beberapa langkah strategis bagi Indonesia, antara lain memperkuat basis industri dalam negeri, diversifikasi pasar ekspor, serta memperluas kerja sama regional melalui ASEAN dan forum perdagangan lainnya.

Ia menutup pernyataannya dengan catatan bahwa meskipun deglobalisasi menimbulkan tantangan berat, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan ketahanan ekonomi bila mampu beradaptasi dengan cepat dan mengoptimalkan potensi lokal.