K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Capai Swasembada Garam Industri
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Capai Swasembada Garam Industri

K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Capai Swasembada Garam Industri

Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempercepat upaya mencapai swasembada garam nasional dengan meluncurkan proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Proyek ini direncanakan mencakup pembangunan fasilitas ekstraksi, pengolahan, dan distribusi garam dengan kapasitas total mencapai 500.000 ton per tahun, yang diproyeksikan dapat memenuhi hampir 30% kebutuhan garam industri dalam negeri.

  • Lokasi strategis: Rote Ndao dipilih karena kondisi iklim kering, lahan luas, dan akses laut yang memudahkan ekspor.
  • Investasi: Pemerintah menargetkan investasi awal sebesar Rp2,3 triliun, dengan partisipasi swasta melalui skema Public-Private Partnership.
  • Manfaat ekonomi: Diharapkan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja langsung dan ribuan pekerjaan tidak langsung di sektor logistik, energi, dan manufaktur.

Selain meningkatkan produksi, K-SIGN juga akan mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan, termasuk penggunaan energi terbarukan dan sistem pengolahan limbah cair untuk meminimalkan dampak ekologis.

Proses pembangunan dijadwalkan dimulai pada kuartal pertama 2027, dengan fase pertama – fasilitas ekstraksi garam – diperkirakan selesai pada akhir 2028. Seluruh fasilitas diharapkan beroperasi penuh pada akhir 2029.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendukung swasembada garam melalui kebijakan insentif pajak, penyediaan lahan, dan pelatihan tenaga kerja lokal. Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia menjadi negara industri mandiri yang tidak bergantung pada impor bahan baku penting.