Frankenstein45.Com – 04 Juni 2026 | Anggota DPR RI Ahmad Sahroni mengkritik keras aksi pungutan liar yang terjadi di pertigaan Kamal, Cengkareng, Jakarta Barat. Menurut saksi mata, sejumlah oknum menagih uang secara paksa kepada pengendara dan pedagang di sekitar area tersebut, mengatasnamakan kepentingan tertentu.
Sahroni menegaskan bahwa praktik pungli tidak hanya merugikan warga, tetapi juga mencederai citra penegakan hukum di ibu kota. Ia menuntut agar aparat kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh dan menindak tegas setiap pelaku, tanpa memberikan toleransi atau ruang bagi jaringan kriminal yang lebih luas.
Dalam pernyataannya, Sahroni menambahkan beberapa langkah konkret yang perlu diambil:
- Mengidentifikasi dan memetakan jaringan pungli yang beroperasi di wilayah Jakarta Barat.
- Melakukan operasi penyisiran secara rutin di titik-titik rawan pungli.
- Memberikan sanksi tegas kepada pelaku, termasuk proses hukum yang transparan.
- Mengoptimalkan penggunaan teknologi, seperti CCTV, untuk memantau aktivitas mencurigakan.
- Mengedukasi masyarakat tentang hak mereka dan prosedur melaporkan pungli.
Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan penegakan hukum dapat memicu efek domino, dimana praktik korupsi merembes ke sektor lain dan menggerogoti kepercayaan publik. Oleh karena itu, Sahroni meminta agar kepolisian tidak hanya menyita uang hasil pungli, tetapi juga memastikan pelaku ditangkap dan diproses secara tuntas.
Pihak kepolisian setempat menyatakan keseriusan mereka dalam menindak aksi pungli. Mereka berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk memperkuat pengawasan di lokasi strategis seperti pertigaan Kamal.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden pungli yang mencuat di Jakarta dalam beberapa bulan terakhir, mempertegas urgensi kebijakan zero tolerance yang telah lama dibicarakan oleh berbagai kalangan.




