Kelakar Kapolri Bikin Buruh Tertawa: Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun, Mau Demo Pak Jumhur
Kelakar Kapolri Bikin Buruh Tertawa: Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun, Mau Demo Pak Jumhur

Kelakar Kapolri Bikin Buruh Tertawa: Ingin Jadi Aktivis Usai Pensiun, Mau Demo Pak Jumhur

Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Kapolri Listyo Sigit mengundang tawa di kalangan serikat buruh setelah ia menyampaikan candaan mengenai rencana menjadi aktivis setelah pensiun.

Dalam sebuah pertemuan informal dengan perwakilan serikat pekerja pada Senin (26/06/2024), Listyo menuturkan, “Kalau sudah pensiun, saya mau jadi aktivis. Nanti saya ikut demo Pak Jumhur kalau memang dibutuhkan.” Candaan tersebut langsung memancing tawa para buruh yang hadir.

Reaksi serikat buruh

  • Ketua Serikat Buruh Nasional (SBN) mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi sisi manusiawi Kapolri yang “tidak terlalu kaku”.
  • Beberapa anggota menganggap komentar itu sebagai cara mencairkan suasana menjelang pembahasan hak‑hak pekerja.
  • Namun sebagian kecil menilai humor tersebut kurang sensitif mengingat isu‑isu ketenagakerjaan yang sedang memanas.

Sudut pandang pengamat

Pengamat politik, Dr. Ahmad Riza, menjelaskan bahwa komentar Listyo mencerminkan tren pejabat publik yang semakin sering menggunakan humor untuk meredam ketegangan. “Namun, penting untuk tetap menjaga netralitas, terutama bagi Kepala Polisi yang harus berada di atas politik,” ujar Riza.

Latar belakang “Pak Jumhur”

“Pak Jumhur” adalah sebutan akrab bagi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yang tengah menjadi sorotan karena kebijakan penegakan hukum yang dianggap kontroversial oleh sebagian kalangan buruh. Demo terhadap kebijakan tersebut telah dibicarakan sejak awal tahun, sehingga candaan Kapolri langsung mengaitkan dirinya dengan isu yang sedang hangat.

Walaupun candaan tersebut tidak diikuti oleh aksi demonstrasi nyata, pernyataan Listyo menjadi perbincangan di media sosial. Banyak netizen yang membagikan kutipan tersebut dengan tagar #KelakarKapolri, menilai bahwa humor dapat menjadi jembatan komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Sejauh ini, tidak ada rencana resmi untuk menggelar demonstrasi terkait Menteri Jumhur. Namun, pernyataan Kapolri menunjukkan bahwa bahkan pejabat tertinggi kepolisian pun memperhatikan dinamika sosial‑ekonomi yang dirasakan oleh pekerja.