Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menekankan pentingnya peran perguruan tinggi, khususnya politeknik, dalam meningkatkan kemandirian teknologi nasional. Ia menyampaikan hal tersebut dalam sebuah acara yang dihadiri oleh rektor, dekan, dan perwakilan industri pendidikan tinggi.
Fauzan menyoroti bahwa ketergantungan pada teknologi impor dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi daya saing Indonesia di pasar global. Oleh karena itu, ia mengajak politeknik untuk mengintegrasikan riset berbasis industri, memperkuat program inkubator, serta mengoptimalkan penggunaan laboratorium canggih.
- Pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri: Politeknik diharapkan menyusun mata kuliah yang selaras dengan tren teknologi terbaru, seperti kecerdasan buatan, robotika, dan energi terbarukan.
- Kolaborasi riset antar lembaga: Mendorong kerja sama antara politeknik, lembaga penelitian, dan perusahaan untuk menghasilkan produk dan paten yang dapat dipasarkan secara komersial.
- Investasi infrastruktur: Pemerintah berkomitmen menambah dana bagi pembangunan laboratorium modern dan fasilitas prototyping yang dapat diakses oleh mahasiswa dan dosen.
- Penguatan jaringan alumni dan industri: Memperluas jaringan kerjasama untuk penempatan kerja, magang, dan transfer teknologi.
Selain itu, Fauzan menekankan pentingnya kebijakan insentif bagi politeknik yang berhasil mengkomersialkan hasil risetnya, termasuk dukungan pembiayaan melalui hibah dan skema pembiayaan lunak.
Para pemangku kepentingan menanggapi positif ajakan tersebut, menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan program studi dan meningkatkan kolaborasi dengan dunia usaha. Diharapkan langkah ini dapat mempercepat terciptanya ekosistem inovasi yang mandiri, sekaligus menurunkan ketergantungan pada teknologi asing.




