Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, tengah menunaikan ibadah haji melalui jalur reguler, bukan melalui program khusus seperti ONH Plus atau fasilitas lain yang biasanya diberikan kepada pejabat tinggi.
Keputusan Dadan Hindayana untuk menggunakan jalur haji reguler menimbulkan sorotan di kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sejumlah anggota DPR menilai langkah tersebut patut dijadikan contoh bagi pejabat publik lainnya, mengingat penggunaan fasilitas khusus sering menuai kritik publik.
Berikut beberapa poin penting yang diangkat dalam pernyataan anggota DPR:
- Penggunaan jalur reguler menunjukkan komitmen pejabat untuk tidak memanfaatkan fasilitas istimewa.
- Langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas pejabat negara.
- Menjadi teladan bagi pejabat lain dalam menegakkan prinsip kesetaraan di depan hukum.
Anggota DPR yang memberikan komentar menegaskan bahwa contoh Dadan Hindayana seharusnya diikuti oleh para pejabat lain, terutama yang berada di posisi strategis seperti kementerian dan lembaga negara. Mereka menambahkan bahwa penggunaan jalur reguler tidak hanya mencerminkan sikap sederhana, tetapi juga mengurangi persepsi adanya penyalahgunaan wewenang.
Di samping itu, publik juga memberikan respons positif melalui media sosial, menyoroti pentingnya transparansi dan kejujuran dalam pelaksanaan ibadah haji bagi pejabat publik.
Dengan menempuh jalur reguler, Dadan Hindayana berharap dapat menginspirasi perubahan budaya birokrasi yang lebih akuntabel dan mengedepankan nilai-nilai kejujuran serta kesederhanaan.




