Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Seorang aktivis yang tergabung dalam Gaza Solidarity Front (GSF) memberikan keterangan mendetail tentang pengalaman mengerikan saat ia dan rekan‑rekannya diculik oleh pasukan militer Israel. Menurut saksi, proses penangkapan berlangsung secara tiba‑tiba di sebuah wilayah permukiman, diikuti dengan penahanan di sebuah fasilitas yang tidak diungkapkan.
Selama masa penahanan, para aktivis melaporkan bahwa mereka mengalami serangkaian perlakuan fisik yang brutal. Bentuk‑bentuk penyiksaan yang disebutkan meliputi:
- Pemukulan dengan benda keras
- Penendangan pada bagian tubuh yang sensitif
- Penggunaan alat listrik untuk menyetrum
Selain penyiksaan fisik, saksi juga mengungkapkan adanya tekanan psikologis, seperti pemaksaan pengakuan dan ancaman terhadap keluarga mereka. Semua tindakan tersebut terjadi tanpa adanya proses hukum yang jelas, melanggar prinsip hak asasi manusia yang dijamin secara internasional.
Berikut rangkaian kronologis singkat yang dirangkum berdasarkan keterangan saksi:
| Waktu | Peristiwa |
|---|---|
| 06.00 WIB | Tim militer memasuki rumah aktivis dan melakukan penangkapan |
| 06.30 WIB | Penghentian sementara di sebuah gudang |
| 07.00 WIB | Penyiksaan dimulai: pemukulan, penendangan, dan penyetruman |
| 08.30 WIB | Aktivis dipaksa menandatangani pernyataan |
Organisasi hak asasi manusia lokal dan internasional menanggapi laporan ini dengan keprihatinan mendalam. Mereka menuntut transparansi penuh dari otoritas Israel serta pelaksanaan investigasi independen untuk mengungkap pelanggaran yang terjadi.
Dalam konteks konflik yang terus berkecamuk di wilayah Gaza, kasus ini menambah tekanan internasional terhadap pihak yang terlibat. Komunitas global diharapkan dapat memberikan dukungan kepada korban serta memastikan bahwa pelaku penyiksaan tidak lepas dari pertanggungjawaban hukum.




