Ketika cahaya itu masih bernama Koesno
Ketika cahaya itu masih bernama Koesno

Ketika cahaya itu masih bernama Koesno

Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Di sebuah sudut kota Surabaya yang jarang menjadi sorotan media, berdiri sebuah rumah sederhana yang pernah menjadi titik awal sebuah perjalanan budaya lokal. Rumah yang dikenal dengan sebutan “Koesno” ini tidak hanya sekadar bangunan, melainkan simbol cahaya kreativitas yang pernah menyinari lingkungan sekitar.

Bangunan itu dibangun pada awal 1970-an oleh seorang pengrajin bernama Koesno, yang kemudian menjadi ikon dalam dunia seni rupa tradisional Jawa Timur. Dari ruang tamu yang sempit, Koesno memulai eksperimen dengan warna-warna cerah dan motif batik yang kini menjadi ciri khas karya-karyanya.

  • 1972 – Koesno mendirikan workshop di rumahnya, menghasilkan lukisan dinding untuk rumah-rumah warga.
  • 1985 – Pameran pertama Koesno di Balai Kota Surabaya menarik perhatian kolektor lokal.
  • 1998 – Rumah Koesno dijadikan lokasi syuting film indie yang mengangkat tema urbanisasi.
  • 2005 – Pemerintah kota mengakui nilai historis bangunan tersebut dan mengusulkan penetapan sebagai situs warisan budaya.

Seiring berjalannya waktu, rumah tersebut mengalami beberapa perubahan struktural, namun tetap mempertahankan elemen asli seperti jendela kayu berukir dan atap genteng merah. Penduduk setempat masih mengenang aroma cat minyak yang khas serta suara Koesno yang melantunkan puisi sambil melukis.

Baru-baru ini, komunitas pecinta seni di Surabaya mengadakan acara “Cahaya Koesno” yang mengundang seniman muda untuk mengekspresikan kembali semangat sang pendiri. Acara tersebut tidak hanya menampilkan pameran lukisan, tetapi juga lokakarya batik, pertunjukan musik tradisional, dan diskusi tentang pelestarian warisan budaya kota.

Upaya pelestarian ini mendapat dukungan dari pemerintah daerah, yang berencana mengalokasikan dana renovasi untuk memperbaiki struktur bangunan sekaligus menyiapkan ruang pamer yang lebih modern. Harapannya, rumah Koesno akan kembali menjadi pusat kreativitas yang dapat menginspirasi generasi mendatang.