Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia Chalim, menegaskan pentingnya peran serta masyarakat setempat dalam mengembangkan pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ia menyatakan bahwa keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada investasi besar, melainkan juga pada dukungan aktif penduduk yang tinggal di sekitar destinasi wisata.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan oleh Komisi VII antara lain:
- Penyediaan pelatihan keterampilan bagi penduduk, seperti pemandu wisata, kerajinan tangan, dan pengelolaan homestay.
- Pembentukan forum konsultasi rutin antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas lokal untuk menyelaraskan rencana pembangunan.
- Pemberian insentif bagi usaha kecil yang mengadopsi praktik ramah lingkungan, misalnya penggunaan energi terbarukan atau pengelolaan sampah yang baik.
- Pengembangan program edukasi tentang pentingnya konservasi alam di sekolah dan lembaga sosial setempat.
Komisi VII juga menekankan perlunya regulasi yang mendukung kolaborasi antara sektor publik dan swasta, sehingga investasi dapat diarahkan pada proyek-proyek yang memberi manfaat langsung kepada warga. Dengan kebijakan yang tepat, diharapkan pertumbuhan pariwisata tidak akan mengorbankan keberlanjutan lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.
Secara keseluruhan, inisiatif ini diharapkan dapat menjadikan pariwisata Indonesia tidak hanya sebagai sumber devisa, tetapi juga sebagai motor pengembangan ekonomi inklusif yang menghargai kearifan lokal.




