Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sedang menyiapkan serangkaian program edukatif yang ditujukan untuk mencegah terpaparnya siswa pada konten radikal di internet. Upaya ini menjadi prioritas setelah sejumlah kasus penyebaran ideologi ekstremis melalui media sosial dan platform daring lainnya mengancam keamanan dan psikologis generasi muda.
Strategi yang disusun KPPPA mencakup lima pilar utama:
- Pembelajaran literasi digital yang diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah, sehingga siswa dapat mengenali tanda-tanda konten berbahaya dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
- Pelatihan guru untuk memberikan materi pencegahan radikalisme secara interaktif dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
- Keterlibatan orang tua melalui workshop dan materi panduan yang membantu mereka memantau aktivitas online anak.
- Kerjasama dengan platform digital untuk memperkuat mekanisme pelaporan konten ekstremis serta menambahkan filter otomatis.
- Layanan konseling dan rehabilitasi bagi siswa yang sudah terpapar atau terindikasi terpengaruh oleh ideologi radikal.
Selain itu, KPPPA berencana meluncurkan kampanye nasional berbasis media sosial yang menonjolkan nilai‑toleransi, kebhinekaan, dan hak asasi manusia. Konten kampanye akan diproduksi dalam format video pendek, infografik, serta kuis interaktif untuk menjangkau remaja secara luas.
Melalui pendekatan yang holistik ini, diharapkan lingkungan belajar menjadi lebih aman, sementara generasi muda dapat mengembangkan identitas digital yang positif dan kritis terhadap narasi ekstremis.




