Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) meluncurkan inisiatif terbaru yang dinamakan GIFT (Green Investment Facilitation and Tracking). Inisiatif ini merupakan tahap keempat dalam rangkaian kerja sama strategis antara Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI).
Direktur Jenderal Bappenas, Prof. Dr. Sri Mulyani, menegaskan bahwa GIFT bertujuan untuk menarik investasi hijau senilai US$2 miliar ke dalam perekonomian Indonesia sebelum tahun 2030. Target tersebut diharapkan dapat mempercepat transisi energi bersih, memperluas proyek infrastruktur ramah lingkungan, serta meningkatkan lapangan kerja di sektor hijau.
- Mengidentifikasi dan menyeleksi proyek-proyek dengan dampak lingkungan positif.
- Memberikan fasilitasi regulasi dan perizinan yang cepat.
- Menawarkan insentif fiskal dan non‑fiskal bagi investor.
- Memantau dan melaporkan dampak investasi secara transparan.
Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain energi terbarukan (pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan bioenergi), transportasi rendah emisi, pengelolaan limbah, serta pembangunan berkelanjutan di kawasan perkotaan. Pemerintah menargetkan aliran dana hijau tersebut dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus mendukung komitmen Indonesia pada Perjanjian Paris.
Implementasi GIFT akan dikoordinasikan melalui tim lintas sektor yang melibatkan kementerian terkait, lembaga keuangan, serta mitra internasional. Proses pelaporan akan dilakukan secara digital menggunakan platform yang telah disiapkan, sehingga investor dapat memantau perkembangan proyek secara real‑time.
Dengan target US$2 miliar, Bappenas berharap pada akhir 2030 Indonesia dapat mencatat peningkatan signifikan dalam penggunaan energi bersih, penurunan intensitas karbon, serta tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang lebih ambisius.




