Membangun Ulang Lanskap Hijau di NTB
Membangun Ulang Lanskap Hijau di NTB

Membangun Ulang Lanskap Hijau di NTB

Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | Pada akhir Mei 2026, sebuah video yang diunggah oleh pengguna Instagram @fahroerizki memperlihatkan kondisi kritis sebuah bilik di Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah bencana alam yang menyebabkan kerusakan luas pada area hijau. Video tersebut memicu keprihatinan publik terhadap degradasi lanskap alami di wilayah tersebut.

Menanggapi sorotan tersebut, pemerintah provinsi NTB bersama Badan Lingkungan Hidup setempat segera merumuskan program pemulihan yang komprehensif. Program ini menargetkan penanaman kembali lebih dari 2 juta pohon dalam kurun waktu tiga tahun, dengan fokus pada spesies endemik yang tahan terhadap kondisi kering dan erosi.

Langkah‑langkah utama dalam rencana pembangunan ulang lanskap hijau meliputi:

  • Identifikasi zona paling terdampak melalui pemetaan satelit dan survei lapangan.
  • Penyediaan bibit pohon unggul yang diproduksi oleh pusat pembibitan lokal.
  • Pelibatan masyarakat melalui program sukarelawan penanaman dan edukasi lingkungan.
  • Pengawasan dan perawatan berkala selama dua tahun pertama untuk memastikan tingkat kelangsungan hidup tanaman.
  • Peningkatan infrastruktur penahan tanah, seperti terasering dan penanaman penutup tanah.

Anggaran awal program diperkirakan mencapai Rp 250 miliar, yang sebagian besar didanai oleh APBN serta dukungan dari sektor swasta dan lembaga donor internasional. Selain manfaat ekologi, upaya ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi penduduk setempat, khususnya dalam sektor pembibitan dan pemeliharaan taman.

Para ahli menekankan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada penanaman, melainkan juga pada pemeliharaan jangka panjang dan keterlibatan aktif komunitas. Oleh karena itu, pemerintah berencana membentuk dewan pengawas yang melibatkan perwakilan LSM, akademisi, dan tokoh masyarakat.

Dengan langkah konkret ini, diharapkan lanskap hijau NTB dapat pulih secara bertahap, mengurangi risiko bencana alam, serta meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat.