Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mut’i, menyampaikan bahwa program revitalisasi sekolah yang diluncurkan pada awal tahun 2024 tidak hanya bertujuan meningkatkan mutu pembelajaran, melainkan juga memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian daerah.
Program tersebut menargetkan perbaikan fisik di lebih dari 10.000 satuan pendidikan dasar dan menengah di seluruh Indonesia selama tiga tahun ke depan. Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 15 triliun, yang dibagi secara proporsional antara kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.
Berbagai komponen utama dalam revitalisasi meliputi renovasi ruang kelas, perbaikan jaringan listrik dan air, penyediaan fasilitas ICT, serta pembangunan ruang terbuka hijau. Setiap proyek dikelola oleh kontraktor lokal yang diseleksi melalui tender terbuka, sehingga menciptakan lapangan kerja sementara bagi tenaga kerja terampil dan tidak terampil.
- Peningkatan permintaan material bangunan seperti semen, bata, dan baja, yang dibeli dari pemasok lokal.
- Perekrutan tenaga kerja konstruksi, arsitek, dan insinyur yang sebagian besar berasal dari wilayah setempat.
- Peningkatan aktivitas usaha kecil, mulai dari penjual makanan hingga penyedia transportasi, yang melayani pekerja proyek.
- Peningkatan nilai properti sekitar kawasan sekolah setelah renovasi selesai.
Data awal yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tiga bulan pertama pelaksanaan program, wilayah yang telah menyelesaikan revitalisasi mencatat kenaikan pendapatan daerah rata-rata sebesar 2,3 persen. Contoh konkret dapat dilihat di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana renovasi 45 sekolah menghasilkan penciptaan 1.200 pekerjaan sementara dan peningkatan penjualan bahan bangunan lokal sebesar 18 persen.
| Provinsi | Jumlah Sekolah Direvitalisasi | Anggaran (Rp Triliun) | Pertumbuhan Ekonomi Lokal (%) |
|---|---|---|---|
| Jawa Barat | 1.200 | 2,1 | 2,5 |
| Jawa Tengah | 950 | 1,8 | 2,1 |
| DI Yogyakarta | 300 | 0,5 | 2,8 |
| Sumatera Utara | 800 | 1,5 | 1,9 |
Selain manfaat ekonomi, revitalisasi sekolah juga diharapkan meningkatkan partisipasi belajar siswa. Fasilitas yang lebih baik dapat menurunkan tingkat absen dan meningkatkan prestasi akademik, yang pada gilirannya memperkuat daya saing tenaga kerja masa depan.
Abdul Mut’i menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau pelaksanaan program melalui laporan triwulanan dan evaluasi dampak ekonomi. Ia menambahkan bahwa sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci keberhasilan jangka panjang, sehingga revitalisasi bukan sekadar proyek fisik, melainkan motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal.




