Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Kalender Islam atau kalender Hijriyah merupakan sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Bulan pertama dalam kalender ini adalah Muharram, sehingga hari pertama Muharram diperingati sebagai awal tahun baru Islam.
Asal-usul penamaan Muharram
Istilah Muharram berasal dari bahasa Arab yang berarti dilarang atau diharamkan. Pada masa pra-Islam, bulan Muharram termasuk dalam empat bulan suci yang dilarang untuk melakukan peperangan, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an (Surah At-Tur, ayat 9). Karena sifatnya yang suci, bulan ini dipilih menjadi penanda permulaan tahun baru.
Hubungan dengan Hijrah
Penetapan Muharram sebagai bulan pertama tidak lepas dari peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Hijrah menandai titik balik penting dalam sejarah Islam, dan pada masa itu, khalifah pertama Abu Bakar menetapkan penanggalan berdasarkan peristiwa tersebut. Namun, penentuan urutan bulan baru secara resmi dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 638 M, yang menetapkan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam.
Proses standar penanggalan
- Hijrah dijadikan titik awal (1 AH) – tahun pertama setelah Hijrah.
- Kalender menggunakan siklus lunar, tiap bulan terdiri dari 29 atau 30 hari.
- Urutan bulan: Muharram, Safar, Rabi al-Awal, Rabi al-Akhir, Jumadil-Ula, Jumadil-Akhir, Rajab, Sha’ban, Ramadhan, Syawal, Dzul-Qa’dah, Dzul-Hijjah.
Dengan demikian, Muharram menjadi simbol permulaan baru, baik dari segi spiritual maupun administratif, menandai dimulainya era Islam yang terstruktur.
Perayaan tahun baru Hijriyah biasanya ditandai dengan doa, takbir, serta perenungan tentang nilai-nilai Islam. Meskipun tidak dirayakan dengan kemeriahan seperti Tahun Baru Masehi, Muharram tetap menjadi momentum penting bagi umat Muslim di seluruh dunia.




