Frankenstein45.Com – 02 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total aset bank perkreditan rakyat (BPR) dan bank perkreditan rakyat syariah (BPRS) pada akhir Maret 2024 meningkat sebesar 3,70 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, mencapai Rp236,69 triliun.
Peningkatan ini mencerminkan kinerja yang solid di sektor perbankan mikro, terutama dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penyaluran kredit dan pembiayaan kepada UMKM tetap tumbuh, dengan proporsi total penyaluran mencapai 50,07 persen dari seluruh kredit yang diberikan oleh BPR dan BPRS.
Berikut ringkasan data utama yang disampaikan OJK:
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total Aset (Maret 2024) | Rp236,69 triliun |
| Pertumbuhan Aset YoY | 3,70% |
| Penyaluran Kredit UMKM | 50,07% dari total kredit |
Para analis menilai bahwa pertumbuhan aset ini didorong oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan permintaan kredit oleh pelaku usaha mikro, dukungan kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan, serta program digitalisasi layanan perbankan yang meningkatkan efisiensi penyaluran dana.
Ke depan, OJK menargetkan agar BPR dan BPRS terus meningkatkan inklusi keuangan, terutama di wilayah terpencil, dengan tetap menjaga kualitas portofolio kredit. Penguatan kerangka regulasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lembaga keuangan mikro dipandang penting untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.




