Pakar Nilai Penerapan B50 Dapat Kurangi Ketergantungan Impor Energi
Pakar Nilai Penerapan B50 Dapat Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Pakar Nilai Penerapan B50 Dapat Kurangi Ketergantungan Impor Energi

Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Pakar transisi energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Retno Gumilang Dewi, menilai bahwa penerapan bahan bakar nabati B50 dapat menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. B50 merupakan campuran 50 persen bahan bakar nabati dengan 50 persen bensin atau solar berbasis minyak bumi.

Berikut beberapa manfaat utama yang diidentifikasi:

  • Meningkatkan keamanan energi nasional dengan mengurangi ketergantungan pada pasokan luar negeri.
  • Mendorong pertumbuhan industri biofuel lokal, membuka lapangan kerja baru.
  • Menurunkan emisi karbon dioksida, sejalan dengan komitmen iklim Indonesia.
  • Memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku, sehingga mengurangi beban lingkungan.

Data perkiraan dampak B50 terhadap impor energi dapat dilihat pada tabel berikut:

Tahun Impor Energi (juta ton) Pengurangan dengan B50 (juta ton)
2022 32 4,5
2023 30 5
2024 28 6

Penerapan B50 masih memerlukan dukungan kebijakan yang konsisten, termasuk insentif fiskal bagi produsen biofuel, standar kualitas yang jelas, serta pembangunan infrastruktur distribusi yang memadai. Dewi menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, industri, dan akademisi sangat penting untuk memastikan keberhasilan transisi energi ini.

Jika strategi B50 dijalankan secara terintegrasi, Indonesia berpotensi menurunkan ketergantungan impor energi secara signifikan, sekaligus memperkuat perekonomian hijau nasional.