Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Sektor pariwisata kini dipandang sebagai mesin penggerak utama perekonomian Indonesia. Berkat dampak ganda yang luas, sektor ini mampu menstimulus pertumbuhan di berbagai bidang.
Berikut beberapa kontribusi utama pariwisata:
- Multiplier effect: Setiap rupiah yang diinvestasikan dalam wisata berpotensi menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar pada sektor lain, seperti transportasi, makanan, dan kerajinan.
- Penciptaan lapangan kerja: Industri perhotelan, restoran, dan atraksi wisata menyerap tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.
- Pendapatan devisa: Kedatangan wisatawan asing meningkatkan penerimaan devisa negara, yang penting untuk menyeimbangkan neraca pembayaran.
- Pemerataan pembangunan: Destinasi di daerah tertinggal memperoleh peluang investasi, infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Data terbaru menunjukkan kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 5 persen, dengan proyeksi pertumbuhan tahunan sekitar 7‑8 persen dalam lima tahun ke depan.
| Tahun | Kontribusi PDB (%) |
|---|---|
| 2021 | 5,2 |
| 2022 | 5,5 |
| 2023 | 5,8 |
Dengan potensi tersebut, pemerintah dan pelaku industri diharapkan terus memperkuat sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta mempromosikan destinasi secara berkelanjutan untuk menyalurkan energi ekonomi yang lebih besar.




