Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Wakil Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengunjungi kebun tambak udang di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, untuk meninjau hasil panen dan menilai potensi ekspor sektor perikanan. Kunjungan tersebut menandai langkah pemerintah dalam memperkuat industri perikanan sebagai sumber devisa dan pencipta lapangan kerja.
Berikut rangkuman poin penting terkait potensi tambak udang Kebumen:
- Produksi tahunan: sekitar 40 ton udang.
- Margin keuntungan: sekitar Rp70 juta per ton.
- Potensi nilai ekspor: Rp134 miliar per tahun.
Untuk memperjelas angka-angka tersebut, tabel di bawah ini menggambarkan estimasi pendapatan dan nilai ekspor:
| Komponen | Estimasi |
|---|---|
| Produksi Udang (ton) | 40 |
| Harga Jual per Ton (Rp) | 70.000.000 |
| Total Pendapatan (Rp) | 2.800.000.000.000 |
| Nilai Ekspor Tahunan (Rp) | 134.000.000.000 |
Prabowo menekankan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada fasilitas infrastruktur, melainkan juga meliputi pembinaan teknis, akses pembiayaan, serta promosi pasar luar negeri. Pemerintah berencana memperluas jaringan pemasaran ke negara‑negara konsumen utama udang seperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara‑negara Uni Eropa.
Selain meningkatkan pendapatan, pengembangan tambak udang diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat, baik secara langsung maupun dalam sektor pendukung seperti pengolahan, logistik, dan pemasaran. Pemerintah daerah Kebumen juga berkomitmen untuk meningkatkan standar kualitas produksi melalui sertifikasi internasional, sehingga produk udang Indonesia dapat bersaing di pasar global.
Secara keseluruhan, upaya mendorong ekspor perikanan melalui tambak udang Kebumen mencerminkan strategi nasional untuk memanfaatkan potensi sumber daya alam secara optimal, memperkuat neraca perdagangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani perikanan di Indonesia.




