Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada hari Senin menggelar pertemuan khusus di Istana Kepresidenan, Jakarta, yang dihadiri oleh sejumlah pejabat aktif serta mantan pejabat era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Fokus utama rapat adalah membahas tantangan ekonomi nasional, khususnya kebijakan devisa ekspor yang dianggap penting untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.
Dalam sesi tersebut, Prabowo menekankan perlunya sinergi lintas birokrasi untuk memperkuat fondasi ekonomi. Ia mengingatkan bahwa stabilitas mata uang tidak hanya berdampak pada inflasi, melainkan juga pada daya saing produk Indonesia di pasar global.
Pokok bahasan utama
- Peningkatan cadangan devisa melalui optimalisasi ekspor barang dan jasa.
- Reformasi regulasi yang menghambat aliran devisa masuk.
- Strategi diversifikasi pasar ekspor guna mengurangi ketergantungan pada satu wilayah.
- Peningkatan efisiensi birokrasi dalam proses perizinan ekspor.
- Penguatan kebijakan moneter untuk menahan fluktuasi nilai tukar.
Beberapa mantan menteri era SBY, termasuk mantan Menteri Keuangan dan mantan Menteri Perdagangan, memberikan masukan berdasarkan pengalaman mereka. Mereka menyoroti pentingnya koordinasi antara Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan dalam mengelola arus devisa.
Prabowo menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa agenda stabilisasi rupiah akan menjadi prioritas utama pemerintah selama masa depan. Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk terus berinovasi dalam menciptakan kebijakan yang responsif terhadap dinamika pasar global.




