Prabowo Salurkan 1.098 Ekor Sapi Kurban Senilai Rp 100 Miliar dari APBN
Prabowo Salurkan 1.098 Ekor Sapi Kurban Senilai Rp 100 Miliar dari APBN

Prabowo Salurkan 1.098 Ekor Sapi Kurban Senilai Rp 100 Miliar dari APBN

Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban yang dibeli menggunakan anggaran negara (APBN) senilai Rp 100 miliar. Penyaluran ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan berkualitas bagi umat Muslim di seluruh Indonesia menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pengadaan sapi dilakukan melalui peternak lokal yang telah terdaftar dan memenuhi standar kesehatan serta kebersihan yang ditetapkan Kementerian Pertanian. Dengan melibatkan peternak domestik, pemerintah tidak hanya menjamin kualitas kurban, tetapi juga memberikan stimulus ekonomi bagi sektor peternakan nasional.

Rincian Pengadaan dan Distribusi

Keterangan Jumlah
Total ekor sapi 1.098 ekor
Total nilai pengadaan Rp 100.000.000.000
Rata‑rata harga per ekor Rp 91.074.679

Distribusi sapi kurban akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari provinsi dengan kebutuhan tertinggi dan berakhir pada daerah yang masih menunggu kedatangan hewan kurban. Proses logistik melibatkan Kementerian Perhubungan, TNI, serta lembaga swadaya masyarakat yang berpengalaman dalam penyaluran bantuan.

  • Langkah pertama: Verifikasi peternak dan penetapan harga jual kepada lembaga kurban.
  • Langkah kedua: Pengiriman sapi menggunakan armada khusus yang dilengkapi fasilitas pendingin.
  • Langkah ketiga: Penyerahan kepada lembaga zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) di setiap daerah.
  • Langkah keempat: Monitoring dan evaluasi pasca‑penyaluran untuk memastikan kesehatan hewan dan kepuasan penerima.

Reaksi masyarakat dan kalangan ulama umumnya positif. Mereka menilai langkah ini sebagai upaya pemerintah yang pro‑aktif dalam memenuhi kebutuhan ibadah sekaligus mendukung ekonomi petani dan peternak lokal.

Dengan total nilai Rp 100 miliar, program ini menjadi salah satu alokasi dana terbesar dalam sejarah penyaluran hewan kurban di Indonesia. Pemerintah menargetkan agar seluruh 1.098 ekor sapi dapat tiba di tangan penerima sebelum tanggal 1 Dzulhijjah, sehingga proses penyembelihan dapat dilaksanakan tepat waktu.