Prabowo Tunjuk Dony Oskaria Kelola Dana Kedaulatan Rp 17.000 Triliun, Janji Tanpa Bocor!
Prabowo Tunjuk Dony Oskaria Kelola Dana Kedaulatan Rp 17.000 Triliun, Janji Tanpa Bocor!

Prabowo Tunjuk Dony Oskaria Kelola Dana Kedaulatan Rp 17.000 Triliun, Janji Tanpa Bocor!

Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) serta menugaskan Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dalam sebuah acara panen raya udang di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu, 23 Mei 2026. Peresmian ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mengelola kekayaan negara senilai hampir satu triliun dolar AS atau setara Rp 17.000 triliun melalui satu lembaga yang disebut sebagai dana kedaulatan.

Latar Belakang Pembentukan Danantara

Danantara, singkatan dari Daya Anagata Nusantara, dibentuk sebagai instrumen strategis untuk mengoptimalkan aset‑aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berjumlah lebih dari seribu entitas. Kata “Daya” mengacu pada energi atau kekuatan, sedangkan “Anagata” berarti masa depan, menandakan tujuan jangka panjang pengelolaan aset untuk kepentingan generasi mendatang. Dengan mandat mengkoordinasikan sekitar 1.040 BUMN, Danantara diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan profitabilitas, dan mencegah kebocoran dana publik.

Peran Dony Oskaria

Dony Oskaria, yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan COO Danantara, menjadi sosok sentral dalam mengimplementasikan strategi pengelolaan tersebut. Dalam sambutan di Jogja Financial Festival 2026, Oskaria menekankan perlunya sistem integrasi yang kuat antar‑BUMN, sehingga surplus laba dapat dialokasikan untuk menyehatkan perusahaan yang mengalami tekanan. Ia menambahkan bahwa BUMN‑BUMN seperti PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) mungkin akan ditutup jika tidak dapat beradaptasi dengan kebijakan konsolidasi yang baru.

Target Pengelolaan Aset

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Danantara bertugas mengelola total aset sebesar hampir US$ 1 triliun (Rp 17.000 triliun). Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas, dengan pernyataan tegas: “Jangan bocor, jangan menguap uang rakyat.” Target profitabilitas BUMN pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp 335 triliun dan dapat naik menjadi Rp 360 triliun pada 2026, menandakan peningkatan kinerja yang signifikan bila dikelola secara profesional.

Langkah Konkret dan Tantangan

  • Pengintegrasian sistem keuangan antar‑BUMN untuk memudahkan aliran dana internal.
  • Pembentukan mekanisme audit independen yang berkelanjutan.
  • Penutupan atau restrukturisasi BUMN yang tidak produktif, seperti PT INTI yang diprediksi akan dihentikan operasinya.
  • Pengembangan kebijakan investasi berkelanjutan yang selaras dengan agenda swasembada pangan dan energi bersih.

Selain itu, Dony Oskaria menyoroti pentingnya peningkatan produktivitas sektor perikanan, yang menjadi latar acara panen raya di Kebumen. Tambak budidaya udang seluas 100 hektare berhasil menghasilkan hingga 40 ton per hektare, mencerminkan potensi modernisasi ekonomi berbasis sumber daya alam.

Reaksi dan Harapan Publik

Masyarakat dan pelaku industri menyambut baik inisiatif pengelolaan dana kedaulatan ini, namun sekaligus menuntut pengawasan yang ketat. Sejumlah analis keuangan mengingatkan bahwa keberhasilan Danantara sangat bergantung pada kemampuan koordinasi lintas sektoral dan keberanian pemerintah dalam melakukan reformasi struktural pada BUMN yang selama ini dianggap “berdiri sendiri”.

Dengan mandat yang jelas, dukungan politik yang kuat, dan kepemimpinan Dony Oskaria yang berpengalaman, Danantara diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas keuangan negara serta mengoptimalkan kontribusi BUMN bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pengelolaan aset sebesar Rp 17.000 triliun tanpa kebocoran menjadi tolok ukur keberhasilan yang akan dipantau secara intensif oleh publik dan lembaga pengawas.