Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) melaporkan kemajuan signifikan dalam upaya pemulihan pasokan listrik di wilayah Sumatera setelah terjadi gangguan besar pada akhir April 2024. Sebanyak 8,3 juta pelanggan kini telah kembali menikmati listrik secara normal, menandakan penurunan drastis dari angka pemadaman yang mencapai puncaknya pada minggu pertama bulan itu.
Latar Belakang Gangguan
Gangguan massal dipicu oleh kombinasi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan tanah longsor yang merusak jaringan transmisi di beberapa provinsi. Dampaknya meluas ke lebih dari 12 juta pelanggan, memaksa PLN mengaktifkan tim darurat di setiap wilayah terdampak.
Langkah-Langkah Pemulihan
- Penilaian cepat: Tim teknis melakukan survei lapangan dalam 24 jam untuk mengidentifikasi titik-titik kritis yang rusak.
- Pengiriman material: Material seperti tiang listrik, isolator, dan kabel distribusi diprioritaskan ke daerah terparah.
- Kerja sama lintas daerah: Sumber daya manusia dan peralatan dari pulau lain dikerahkan untuk mempercepat perbaikan.
- Pemulihan bertahap: Fokus awal pada fasilitas kesehatan, pendidikan, dan industri penting sebelum meluas ke rumah tangga.
Data Pemulihan per Provinsi
| Provinsi | Pelanggan Terpulihkan | % Dari Total Terpulihkan |
|---|---|---|
| Sumatera Utara | 2,1 juta | 25,3% |
| Sumatera Barat | 1,6 juta | 19,3% |
| Riau | 1,4 juta | 16,9% |
| Jambi | 1,2 juta | 14,5% |
| Sumatera Selatan | 1,0 juta | 12,0% |
| Lampung | 0,9 juta | 10,8% |
Angka di atas mencerminkan progres hingga 25 Mei 2024, dengan target 100% pemulihan diperkirakan tercapai pada akhir Juni 2024.
Harapan Kedepan
PLN menegaskan komitmen untuk meningkatkan ketahanan jaringan listrik di Sumatera melalui modernisasi infrastruktur, pemasangan sistem monitoring real‑time, dan penambahan jalur cadangan. Selain itu, program edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan listrik yang aman dan efisien juga akan digalakkan untuk mengurangi risiko kerusakan di masa depan.




