Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Paris Saint-Germain (PSG) menggelar pertandingan persahabatan internal pada Sabtu, 23 Mei 2026 di basis latihan Poissy sebagai persiapan menjelang final Liga Champions melawan Arsenal pada 30 Mei di Budapest. Latihan ini, yang dipimpin oleh pelatih kepala Luis Enrique, membagi skuad menjadi dua tim X‑i, masing‑masing menampilkan 11 pemain utama. Lebih dari seribu penggemar diundang menyaksikan sesi intensitas tinggi selama lebih dari satu jam, yang disebut Le Parisien sebagai “rehearsal penuh” menjelang laga besar.
Susunan tim dan absennya bintang cedera
Tim pertama menampilkan pemain muda berbakat seperti Nuno Mendes, João Neves, dan Désiré Doué, sementara tim kedua menampilkan figur veteran Marquinhos, Vitinha, serta Khvicha Kvaratskhelia. Namun, dua pemain andalan PSG tidak dapat berpartisipasi karena cedera: penyerang Brasil Neymar dan gelandang Brasil Lucas Paquetá, yang masing‑masing masih dalam proses rehabilitasi. Ketiadaan mereka menambah tekanan pada Enrique untuk mencari solusi taktis menjelang final.
Insiden handshake menambah bumbu drama
Pada jeda pertandingan, dua pemain kiper—Matvey Safonov (berkewarganegaraan Rusia) dan Ilya Zabarnyi (berkewarganegaraan Ukraina)—menolak berjabat tangan. Kamera yang merekam seluruh latihan menangkap momen tersebut, memicu spekulasi tentang ketegangan geopolitik yang masih membara di antara kedua negara. Meskipun tidak ada pernyataan resmi dari klub, analis menganggap insiden ini tidak akan mempengaruhi performa tim di lapangan, mengingat PSG telah menunjukkan kohesi yang kuat selama perjalanan ke final.
Minat klub lain terhadap kiper Roma
Sementara persiapan akhir berlangsung, PSG dikabarkan memasukkan nama kiper AS Roma, Mile Svilar, ke dalam daftar incaran transfer. Svilar, yang telah menegaskan dirinya sebagai salah satu penjaga gawang terbaik Serie A, menjadi target utama beberapa klub besar Eropa. PSG, yang berusaha menambah kedalaman skuad di posisi kiper menjelang fase knock‑out berikutnya, kemungkinan akan mengajukan tawaran resmi setelah penutupan jendela transfer musim panas.
Perspektif lawan: pernyataan William Saliba
Di sisi lain, bek Arsenal William Saliba menyampaikan peringatan kuat kepada PSG menjelang final. Saliba menegaskan bahwa kemenangan Liga Premier Inggris memberikan Arsenal kepercayaan diri tambahan, namun ia mengakui bahwa serangan PSG yang dipimpin oleh Ousmane Dembélé dan Kvaratskhelia tetap menjadi tantangan utama. Saliba menambahkan, “Kami ingin lebih, dan final ini adalah kesempatan untuk membuktikan diri.” Pernyataan ini menambah intensitas mental antara dua tim yang sama‑sama mengincar trofi bergengsi.
Pengaruh global dan dukungan fanatik
Di luar Eropa, penggemar PSG di Amerika Selatan, khususnya di Ecuador, menunjukkan antusiasme tinggi. Penjual kaos di pasar Guayaquil menampilkan jersey PSG, termasuk nama bek muda Willian Pacho, yang bermain untuk klub asal Paris. Meskipun Ecuador tengah menghadapi krisis keamanan dan ekonomi, sepak bola tetap menjadi pelarian bagi banyak warga, dan dukungan terhadap PSG mencerminkan daya tarik global klub.
Harapan dan tantangan di Budapest
Dengan dua pemain kunci yang absen karena cedera, insiden handshake yang menimbulkan sorotan media, serta tekanan dari lawan yang semakin percaya diri, PSG berada pada persimpangan penting. Luis Enrique harus menyesuaikan taktik, memanfaatkan kedalaman skuad, dan menjaga semangat tim tetap tinggi. Jika PSG dapat mengoptimalkan potensi pemain seperti Marquinhos, Vitinha, dan Kvaratskhelia, serta menutup celah yang ditinggalkan Neymar, peluang mereka untuk mengangkat trofi Liga Champions kembali ke Paris tetap terbuka.
Final di Budapest bukan sekadar pertandingan, melainkan ajang penentu apakah PSG dapat menegaskan dominasinya di kancah Eropa atau menyerah pada gelombang semangat baru Arsenal. Semua mata kini tertuju pada Poissy, di mana latihan terakhir memberikan gambaran tentang strategi, mentalitas, dan dinamika internal yang akan dipertaruhkan pada 30 Mei.




