Frankenstein45.Com – 23 Mei 2026 | Pada hari Selasa, Sekretariat Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Pusat menjadi saksi antusiasme ratusan mahasiswa yang berkumpul untuk menonton bersama (nobar) film dokumenter berjudul “Pesta Babi”. Acara nonton bareng ini dimulai sejak pukul 14.00 WIB dan berlangsung selama lebih dari dua jam.
Lokasi yang dipilih, ruang serbaguna sekretariat PMKRI, dipenuhi oleh para peserta yang membawa camilan, minuman, dan perlengkapan menonton pribadi. Suasana terasa ramai dengan suara diskusi sebelum film dimulai, serta pertanyaan-pertanyaan mengenai isi film yang dinilai sensitif.
Film “Pesta Babi” mengangkat tema tradisi kuliner yang melibatkan daging babi di beberapa wilayah Indonesia, menyoroti dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yang muncul di sekitar praktik tersebut. Dokumenter ini menimbulkan beragam reaksi, terutama di kalangan mahasiswa Katolik yang mayoritasnya menghindari konsumsi daging babi karena pertimbangan agama.
- Jumlah peserta diperkirakan mencapai 300 orang.
- Acara didukung oleh pengurus PMKRI dan beberapa organisasi mahasiswa lainnya.
- Setelah penayangan, diadakan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator fakultas.
Selama sesi tanya jawab, beberapa peserta menyampaikan kekhawatiran terkait penyebaran budaya konsumsi babi di lingkungan kampus, sementara yang lain menekankan pentingnya memahami keragaman budaya Indonesia. Pengurus PMKRI menegaskan bahwa tujuan acara ini bukan untuk mempromosikan konsumsi daging babi, melainkan untuk membuka ruang dialog antar kelompok dengan latar belakang berbeda.
Reaksi pihak keamanan juga muncul, mengingat kerumunan yang cukup besar di area sekretariat. Pihak kepolisian setempat melaporkan bahwa tidak ada gangguan keamanan yang signifikan, dan acara berjalan lancar berkat koordinasi antara panitia dan keamanan kampus.
Acara ini menjadi contoh bagaimana kegiatan edukatif dapat menjadi ajang dialog lintas budaya, sekaligus menegaskan pentingnya toleransi dan saling menghormati di lingkungan akademik.







