Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Bank Indonesia memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan tetap berada di atas level Rp17.000 per dolar pada pekan depan. Prediksi ini didasarkan pada kombinasi faktor domestik dan internasional yang masih memberi tekanan pada pasar valuta.
Beberapa faktor utama yang menahan apresiasi rupiah antara lain:
- Inflasi yang masih tinggi: Tingkat inflasi yang berada di atas target memaksa Bank Indonesia untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
- Kebijakan suku bunga global: Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat meningkatkan aliran modal ke dolar, sehingga memperlemah mata uang emerging market.
- Ketegangan geopolitik: Konflik di wilayah tertentu menambah ketidakpastian bagi investor asing.
Berikut perkiraan nilai tukar dalam rentang satu minggu ke depan:
| Hari | Perkiraan Nilai (Rp/USD) |
|---|---|
| Senin | 17.050 – 17.120 |
| Rabu | 17.060 – 17.130 |
| Jumat | 17.070 – 17.150 |
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, otoritas moneter dan pemerintah perlu bekerja ekstra keras, terutama dalam mengelola ekspektasi pasar dan menjaga likuiditas. Intervensi pasar bila diperlukan, serta koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, menjadi kunci mengurangi volatilitas.
Jika tekanan eksternal berlanjut, risiko depresiasi lebih lanjut tetap ada. Namun, dengan kebijakan yang tepat dan dukungan pasar, rupiah dapat tetap berada di zona yang relatif kuat di atas Rp17.000 per dolar.




