Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Serangan udara ke ibu kota Ukraina, Kyiv, terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Volodymyr Zelensky memperingatkan publik bahwa Rusia tengah menyiapkan peluncuran rudal hipersonik Oreshnik. Menurut sumber militer, rudal tersebut diluncurkan dari wilayah yang dikuasai Rusia dan berhasil menembus pertahanan udara Ukraina.
Rudal Oreshnik, yang dikembangkan sebagai bagian dari program senjata strategis Rusia, diklaim memiliki kecepatan melebihi Mach 10 dan kemampuan manuver tinggi, menjadikannya sulit dideteksi oleh sistem pertahanan tradisional. Berikut beberapa karakteristik yang dipublikasikan:
- Kecepatan: lebih dari Mach 10
- Jarak jangkau: sekitar 1.500 km
- Kemampuan manuver: dapat mengubah lintasan selama penerbangan
- Muatan: hulu ledak konvensional atau nuklir
Akibat serangan tersebut, sejumlah bangunan sipil di pusat kota mengalami kerusakan, dan laporan awal menyebutkan beberapa korban jiwa serta luka-luka. Pemerintah Ukraina segera mengaktifkan prosedur evakuasi dan menyerukan bantuan internasional untuk menanggapi serangan yang dianggap sebagai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung sejak 2022.
Pihak berwenang Ukraina menilai serangan ini sebagai “tindakan balas dendam” setelah serangkaian sanksi Barat terhadap Rusia serta dukungan militer yang terus mengalir ke Kyiv. Sementara itu, NATO dan Uni Eropa mengecam penggunaan senjata hipersonik, menilai langkah tersebut dapat meningkatkan risiko konfrontasi yang lebih luas.
Observasi analis pertahanan menyebutkan bahwa penggunaan Oreshnik dalam konflik ini menandai perubahan taktik militer, di mana senjata hipersonik dapat menembus sistem pertahanan lawan dengan lebih efektif. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pertahanan udara Ukraina dan kebutuhan akan teknologi baru untuk mengatasi ancaman serupa di masa depan.




