Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menegaskan bahwa masalah paling krusial dalam pengelolaan sampah di wilayah Muara Angke, Jakarta Utara, berasal dari limpahan sampah yang datang dari daerah hulu. Sampah yang tidak dikelola secara tepat di kawasan permukiman, pasar, dan industri di luar Muara Angke kemudian terbawa oleh aliran sungai ke muara, memperparah beban kerja tim kebersihan setempat.
- Kurangnya pemisahan sampah organik dan anorganik di sumbernya.
- Rantai pasokan sampah yang tidak terkontrol, terutama dari daerah pinggiran kota.
- Fasilitas pengolahan sampah yang belum memadai di titik-titik penampungan hulu.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, pemerintah DKI Jakarta telah merancang serangkaian langkah strategis, antara lain:
- Peningkatan fasilitas pemilahan sampah di wilayah hulu, termasuk penyediaan tempat sampah terpisah di pasar dan pemukiman.
- Penerapan program edukasi publik yang menekankan pentingnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
- Kolaborasi dengan pihak swasta untuk mengembangkan teknologi pengolahan sampah organik menjadi kompos atau bioenergi.
- Pengawasan lebih ketat terhadap pembuangan sampah ilegal di sungai dan saluran drainase.
Selain itu, partisipasi aktif masyarakat di Muara Angke sangat diharapkan. Relawan lingkungan dan komunitas setempat didorong untuk melakukan kegiatan bersih-bersih secara rutin serta melaporkan praktik pembuangan sampah yang tidak sesuai. Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan warga, diharapkan beban sampah yang masuk ke Muara Angke dapat berkurang secara signifikan, sehingga kualitas lingkungan dan kesehatan publik dapat terjaga.




