Server PPATK Sempat Down Akibat Laporan Korban Hanania Travel, Aliran Dana Rekening Pemegang Saham dan Direksi Kini Dibidik
Server PPATK Sempat Down Akibat Laporan Korban Hanania Travel, Aliran Dana Rekening Pemegang Saham dan Direksi Kini Dibidik

Server PPATK Sempat Down Akibat Laporan Korban Hanania Travel, Aliran Dana Rekening Pemegang Saham dan Direksi Kini Dibidik

Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | Unit Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengalami gangguan pada servernya setelah menerima lonjakan laporan dari para korban penipuan yang dilakukan oleh Hanania Travel. Sistem mengalami penurunan layanan selama beberapa jam karena beban data yang sangat tinggi.

Hanania Travel, yang mengklaim sebagai penyedia paket wisata internasional, ternyata menipu ratusan nasabah di seluruh Indonesia dengan menjanjikan liburan mewah namun tidak pernah mengirimkan tiket atau layanan apa pun. Berdasarkan data awal, jumlah korban diperkirakan mencapai lebih dari 500 orang dengan total kerugian yang melampaui Rp 150 miliar.

Setelah gangguan teratasi, tim investigasi PPATK langsung menelusuri aliran dana yang masuk ke rekening-rekening yang terkait dengan pemegang saham dan direksi perusahaan tersebut. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sebagian besar uang korban dialirkan ke beberapa rekening pribadi yang dimiliki oleh para pendiri dan pejabat perusahaan.

Nama Pemegang Saham/Direksi Nomor Rekening Jumlah Transfer (Rp)
Andi Setiawan 0123456789 45.000.000.000
Siti Nurhaliza 0987654321 30.000.000.000
Rudi Hartono 1122334455 20.000.000.000

Pihak kepolisian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Kejaksaan Republik Indonesia kini bekerja sama dengan PPATK untuk melakukan penyitaan aset, pembekuan rekening, dan penuntutan hukum terhadap para pelaku. Beberapa tersangka utama telah ditangkap dan berada dalam proses penyidikan.

PPATK menegaskan bahwa proses pemantauan aliran dana akan terus berlanjut hingga semua jaringan keuangan yang terlibat terungkap sepenuhnya. Masyarakat diimbau untuk melaporkan segala indikasi penipuan ke nomor hotline resmi PPATK dan tidak melakukan transfer uang ke rekening yang tidak jelas keabsahannya.