Frankenstein45.Com – 07 Juni 2026 | Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyoroti permasalahan yang dihadapi para pedagang tahu dan tempe di pasar tradisional. Ia menegaskan bahwa keberlangsungan usaha kecil ini menjadi indikator kesehatan ekonomi mikro, terutama di tengah tekanan inflasi dan fluktuasi nilai tukar.
Dalam rapat koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, Menteri Keuangan menekankan pentingnya sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk menstabilkan rupiah. Ia berjanji akan mengimplementasikan langkah‑langkah yang dapat menguatkan mata uang nasional, sekaligus memberikan dukungan langsung kepada pelaku usaha mikro.
Beberapa langkah yang diusulkan antara lain:
- Peningkatan subsidi energi bagi usaha kuliner kecil untuk menurunkan biaya produksi.
- Pembukaan akses pembiayaan mikro dengan bunga kompetitif melalui program pemerintah.
- Pengawasan ketat terhadap spekulasi valuta asing guna mengurangi volatilitas pasar.
- Koordinasi reguler antara otoritas fiskal dan moneter untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kondisi ekonomi terkini.
Menkeu menambahkan bahwa kebijakan tersebut diharapkan dapat menurunkan tekanan pada kurs rupiah, memperbaiki daya beli masyarakat, serta menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pedagang tradisional.
Penguatan rupiah juga diharapkan dapat menurunkan biaya impor bahan baku, sehingga harga jual tahu dan tempe tidak melambung tinggi. Dengan demikian, konsumen akhir dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan yang lebih terintegrasi.




