Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Tim SAR gabungan yang terdiri dari aparat kepolisian, pemadam kebakaran, serta relawan setempat berhasil menemukan korban terakhir dalam kasus anak yang tenggelam di Sungai Mapili, Desa Segerang, Kabupaten Polewali Mandar pada hari Rabu sore.
Insiden dimulai ketika seorang anak berusia 7 tahun bersama dua temannya bermain air di tepi sungai pada pagi hari. Anak pertama berhasil diselamatkan oleh warga setempat, namun dua anak lainnya hilang dan tidak ditemukan selama beberapa jam.
- Tim SAR dikerahkan sejak pukul 09.00 setelah laporan kehilangan disampaikan ke kantor polisi setempat.
- Penggunaan perahu karet, sonar sederhana, dan anjing pelacak menjadi bagian dari upaya pencarian.
- Tim medis siap di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang ditemukan.
Setelah pencarian intensif selama hampir tiga jam, tim menemukan korban terakhir yang berada dalam kondisi tidak sadarkan diri di area aliran cepat sungai. Korban segera dibawa ke Posko Kesehatan terdekat dan dinyatakan meninggal dunia oleh tenaga medis.
Kepala Satlantas Polewali Mandar, Kombes Pol. Agus Santoso, menyatakan bahwa operasi penyelamatan berjalan sesuai prosedur dan menegaskan pentingnya koordinasi antara aparat dan masyarakat dalam situasi darurat. Ia juga menambahkan bahwa pihak berwenang akan melakukan evaluasi prosedur pencarian untuk meningkatkan respons di masa mendatang.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat berada di dekat sungai, terutama pada musim hujan ketika arus menjadi lebih deras. Disarankan agar anak-anak tidak dibiarkan bermain tanpa pengawasan orang dewasa dan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung.
Kasus ini menambah daftar kecelakaan serupa yang terjadi di wilayah pesisir Barat Sulawesi, menekankan perlunya edukasi keselamatan air secara terus‑menerus.




