Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa kebijakan blokade laut yang telah diberlakukan oleh Angkatan Laut AS akan terus dipertahankan hingga pihak Iran menandatangani kesepakatan damai yang mengakhiri ketegangan di wilayah Teluk Persia.
Blokade tersebut mencakup penahanan kapal-kapal yang diduga melanggar sanksi internasional serta memantau aktivitas maritim yang dapat mengancam kepentingan keamanan Amerika.
Berikut poin-poin utama yang disampaikan oleh pihak Gedung Putih:
- Blokade tidak akan dicabut sebelum Iran secara resmi menandatangani perjanjian damai yang diakui oleh komunitas internasional.
- Jika Iran menolak atau mengabaikan proses perundingan, Amerika Serikat siap memperpanjang atau memperketat tindakan maritimnya.
- Langkah ini bertujuan menekan Iran untuk menghentikan kegiatan militer yang dianggap mengganggu stabilitas regional.
- Pemerintahan Trump menegaskan komitmen untuk melindungi jalur perdagangan laut yang vital bagi ekonomi global.
Selain itu, Trump menambahkan bahwa pemerintahannya akan terus berkoordinasi dengan sekutu‑sekutu NATO serta negara‑negara di kawasan untuk memastikan bahwa blokade tersebut dijalankan secara koheren dan sesuai dengan hukum internasional.
Pengamat politik menilai kebijakan ini dapat meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Tehran, namun juga berpotensi menimbulkan ketegangan tambahan di antara negara‑negara yang bergantung pada pelayaran di Teluk Persia.




