Usyk Cetak TKO Kontroversial Atas Verhoeven untuk Pertahankan Gelar
Usyk Cetak TKO Kontroversial Atas Verhoeven untuk Pertahankan Gelar

Usyk Cetak TKO Kontroversial Atas Verhoeven untuk Pertahankan Gelar

Frankenstein45.Com – 24 Mei 2026 | Oleksandr Usyk, pemegang tiga sabuk juara dunia kelas berat WBC, WBA, dan IBF, berhasil mempertahankan gelarnya dalam pertarungan melawan Anthony Verhoeven pada 23 April 2024 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Meskipun Usyk menunjukkan dominasi sejak ronde pertama, keputusan technical knockout (TKO) pada ronde ketujuh memicu perdebatan di kalangan penggemar dan analis tinju.

Usyk memulai aksi dengan agresi tinggi, menekan Verhoeven menggunakan kombinasi jab‑jab‑hook yang efektif. Pada ronde ketiga, Usyk berhasil menjatuhkan Verhoeven dengan pukulan ke badan, namun petinju Belanda itu berhasil bangkit dan melanjutkan pertarungan.

Berikut rangkaian kejadian penting selama pertarungan:

  • Ronde 1‑2: Usyk menguasai jarak, menumpahkan poin dengan serangan berulang.
  • Ronde 3: Verhoeven tersentak oleh pukulan ke badan, namun tetap melanjutkan.
  • Ronde 5: Usyk meningkatkan intensitas, menyerang kepala Verhoeven dengan kombinasi cepat.
  • Ronde 6: Verhoeven menunjukkan tanda-tanda kelelahan, pertahanannya melemah.
  • Ronde 7: Referee memutuskan menghentikan pertarungan dengan TKO, menyatakan Verhoeven tidak mampu melanjutkan.

Keputusan TKO menjadi sorotan utama karena banyak yang berpendapat bahwa Verhoeven masih mampu melanjutkan pertarungan. Beberapa pelatih dan komentator menilai bahwa referee terlalu cepat menghentikan aksi, sementara pihak keamanan pertarungan menegaskan bahwa keputusan diambil demi keselamatan petinju.

Usyk menyatakan kepuasannya atas kemenangan ini dan menegaskan bahwa ia siap menerima tantangan selanjutnya, termasuk kemungkinan pertarungan melawan petinju kelas berat lain di akhir tahun.

Kontroversi ini diperkirakan akan menambah ketegangan dalam dunia tinju kelas berat, dengan para penggemar menantikan klarifikasi resmi dari badan pengawas tinju internasional.