Frankenstein45.Com – 09 Juni 2026 | Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Anis Matta pada Rabu (28/05/2024) memberikan penjelasan resmi terkait keterlambatan penerimaan Surat Kepercayaan atau Letter of Credentials dari sejumlah Duta Besar (Dubes) negara sahabat yang seharusnya diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Latar Belakang
Setelah dilantik pada 20 Oktober 2023, Presiden Prabowo secara rutin menerima Surat Kepercayaan dari para Dubes sebagai tanda resmi pengangkatan mereka. Surat ini merupakan dokumen diplomatik yang menandai permulaan tugas resmi seorang duta di Indonesia.
Keterlambatan yang Terjadi
Penjelasan Wamenlu
- Proses administratif internal di Kementerian Luar Negeri mengalami penumpukan dokumen setelah serangkaian perubahan struktural pada awal tahun.
- Beberapa Kedutaan mengungkapkan kendala logistik, termasuk penyesuaian jadwal kerja pejabat tinggi di luar negeri yang berdampak pada penandatanganan dan pengiriman Surat Kepercayaan.
- Situasi pandemi yang masih berlanjut di beberapa negara turut memperlambat proses pengiriman dokumen resmi.
Wamenlu menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri telah mengambil langkah-langkah percepatan, termasuk pembentukan tim khusus untuk meninjau dan memproses Surat Kepercayaan yang masih tertunda.
Permintaan Maaf Presiden
Dalam pertemuan internal yang dihadiri oleh pejabat senior Kementerian, Presiden Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada para Dubes yang mengalami keterlambatan. Ia menekankan pentingnya hubungan diplomatik yang lancar dan menghargai kesabaran para perwakilan asing.
Reaksi Para Dubes
Beberapa Dubes yang terdampak menyatakan apresiasi mereka atas klarifikasi dan permintaan maaf yang disampaikan. Mereka menegaskan kembali komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral meski terjadi kendala administratif.
Kementerian Luar Negeri berjanji akan menyelesaikan semua Surat Kepercayaan yang belum diproses selambat-lambatnya dalam dua minggu ke depan, serta meningkatkan koordinasi dengan Kedutaan Besar untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.




