Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap tanda-tanda tuberkulosis (TBC). Salah satu gejala yang patut diwaspadai adalah batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu.
Berikut lima gejala utama yang biasanya muncul pada penderita TBC:
- Batuk persisten lebih dari 14 hari, terutama bila mengeluarkan dahak berwarna atau berdarah.
- Demam ringan yang muncul pada sore atau malam hari dan tidak kunjung reda.
- Penurunan berat badan secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.
- Keringat malam yang berlebihan, terutama saat tidur.
- Kelelahan kronis dan rasa lelah yang tidak hilang meski istirahat cukup.
Gejala-gejala tersebut dapat menyerupai penyakit pernapasan lain, sehingga penting bagi individu yang mengalaminya untuk segera melakukan pemeriksaan medis, seperti tes dahak atau rontgen dada.
Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan tertular TBC antara lain:
- Kondisi imun yang lemah, misalnya pada penderita HIV/AIDS atau pasien diabetes.
- Paparan lingkungan dengan ventilasi buruk, seperti rumah kumuh atau penjara.
- Kontak dekat dengan orang yang sedang mengidap TBC aktif.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala di atas, sebaiknya konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan, bila diperlukan, memulai terapi anti‑tuberkulosis (ATT) sesuai protokol.
Pencegahan TBC dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan nutrisi, dan melakukan vaksinasi BCG bagi bayi. Pemerintah terus menggalakkan program skrining massal guna menurunkan angka kejadian TBC di negara ini.
Kesadaran dan tindakan cepat merupakan kunci utama dalam memerangi TBC. Jangan abaikan batuk yang berlangsung lama—segera periksakan diri Anda.




